Timnas Indonesia U-19 Tetap Targetkan Kemenangan di Laga Melawan Thailand

Timnas Indonesia U-19 Tetap Targetkan Kemenangan di Laga Melawan Thailand

3

Agen Judi Tbsbet – Meski telah dipastikan lolos ke semifinal Piala AFF U-19, Timnas Indonesia U-19 tetap memastikan akan bermain all out dan tak bermain mata di laga terakhir kontra Thailand U-19.

Hal ini disampaikan Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri saat konferensi pers usai pertandingan kontra Vietnam U-19, pada Sabtu 7 Juli 2018 malam WIB.

“Sepakbola zaman Belanda yang bermain begituan (bermain mata). Kita akan bermain semaksimal mungkin di semua pertandingan,” beber Indra.

Timnya juga memastikan tak akan mengalah dan menurunkan pemain lapis kedua. “Kita tidak akan memakai lapis kedua dan mengalah. Tapi memang rotasi pasti ada. Itu yang kita lakukan di setiap pertandingan,” tutur pelatih berusia 55 tahun ini.

“Kita akan serius lawan Thailand nanti!” tegas Indra kembali.

Ucapan sang nahkoda tampaknya diamini sang anak asuh Todd Rivaldo Ferre yang mengaku tetap bermain fokus dan komitmen hingga laga terakhir fase grup meski sudah lolos ke semifinal.

“Teman – teman komitmen tetap fokus pada pertandingan terakhir lawan Thailand. Kita anggap semua pertandingan di fase grup adalah final,” ujar pemain yang memperkuat Persipura Jayapura ini.

Ia pun menargetkan kemenangan di laga kontra Thailand yang berlangsung Senin malam 9 Juli 2018 pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Garuda Nusantara – julukan Timnas Indonesia U-19 telah memastikan satu tiket ke fase semifinal Piala AFF U-19. Link Alternatif Sbobet Nurhidayat cs kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 12 poin dari sapu bersih empat laga dengan kemenangan.

Sementara calon lawannya, berada di posisi kedua dengan 10 hasil dari tiga kali kemenangan dan sekali hasil imbang. Thailand hanya membutuhkan hasil seri bila ingin lolos ke fase semifinal Piala AFF U-19.

Torreira Segera Lakukan Tes Medis Bersama Arsenal

Torreira Segera Lakukan Tes Medis Bersama Arsenal

Agen Judi Maxbet – Arsenal dilaporkan akan segera menyelesaikan kesepakatan terkait mendatangkan gelandang Tim Nasional (Timnas) Uruguay, Lucas Torreira pada pekan depan. The Gunners –julukan Arsenal – memang telah lama dikabarkan tertarik pada pemain Sampdoria tersebut. Langkah skuad Unai Emery tersebut terbilang cukup mulus.

Pasalnya, sang pemain mengatakan Arsenal sebagai tim besar dan salah satu yang penting di dunia. Torreira mengatakan ia cukup tertantang untuk bergabung ke klub London Utara tersebut. Torreira dikabarkan akan terbang ke London untuk menjalani tes medis bersama Arsenal

The Gunners diduga telah melakukan pembicaraan dengan pemain Sampdoria selama beberapa minggu terakhir, Link Alternatif Sbobet Menurut The Mail pada hari Minggu, Arsenal berada di tahap akhir perundingan dengan Torreira, dengan kesepakatan yang diharapkan senilai 25 juta poundsterling dalam kontrak pemain berusia 22 tahun itu.

The Gunners diduga telah melakukan pembicaraan dengan pemain Sampdoria selama beberapa minggu terakhir. Dilansir dari Sportsmole, Minggu (8/7/2018), Arsenal dikabarkan berada di tahap akhir perundingan mengenai kepindahan Torreira.

Kedua tim dikabarkan telah sama-sama setuju dengan kesepakatan senilai 25 juta pounds atau sekira Rp473 miliar dalam kontrak pemain berusia 22 tahun tersebut. Bahkan Arsenal dikabarkan akan segera mengumumkan kedatangan Torreira pada pekan depan.

Lima Kunci Kekuatan Pertahanan Brasil

Lima Kunci Kekuatan Pertahanan Brasil

5

Agen CBO855 – Ini perdebatan yang telah berlangsung di sepak bola Brasil sejak kekalahan menyakitkan melawan Italia di Spanyol 1982. Haruskah timnas mereka memainkan sepakbola yang menghibur atau memprioritaskan hasil? Kedua konsep akan tampak eksklusif.

Sepintas pada hasil Seleção besutan Tite sejauh ini tampaknya menunjukkan mereka telah mengambil opsi kedua. Mereka tim yang hanya kebobolan enam gol dari 25 pertandingan sejak dia memimpin.

Salah satu gol ke gawang mereka berasal dari pertandingan pembukaan Brasil di Piala Dunia FIFA 2018 Rusia melawan Swiss, satu gol dari lima sepakan on target. Ya, Anda membacanya: lima tembakan tepat sasaran tetapi hanya satu gol.

Namun ini bukan kasus sederhana dari sebuah tim yang bertahan. Selecao mungkin kuat di belakang, tetapi juga disiapkan untuk menyerang dan mempertahankan bola, mencapai keseimbangan yang ditunggu Tite.

“Pertahanan kami dimulai dari serangan,” kata gelandang Willian. “Kami berusaha membantu sebanyak yang kami bisa untuk hal itu. Sepakbola semakin ketat dan lebih keras sepanjang waktu. Ini lebih kompetitif, seperti yang kita lihat di Piala Dunia ini dan kita harus melakukan itu sedikit. Tapi kami memainkan sepakbola yang menyenangkan.”

Dalam upaya untuk memahami bagaimana Seleção mencapai kehebatan pertahanan ini tanpa mengesampingkan permainan yang menghibur, Link Sbobet 2018 FIFA berbicara dengan asisten pelatih tim Cleber Xavier, yang telah menjadi tangan kanan Tite sejak tahun 2001.

Bekerja di belakang layar, Cleber memainkan peran penting bagi Brasil berkat kekayaan pengetahuan taktis dan bakatnya untuk komunikasi.

Kapan pun dia muncul di konferensi pers, asisten pelatih ini mengesankan media dunia dengan pengetahuannya yang mendalam tentang lawan-lawan Brasil.

1. Zona Marking

“Kami mengoperasikan zona marking baik dalam permainan terbuka dan di bola mati. Itu dasar untuk segalanya,” jelas Cleber. “Berkat zona marking, kami menjadi tim yang paling disiplin dalam kompetisi. Pelanggaran kami sangat sedikit – sembilan per pertandingan. ”

2. Total Pressing

“Ada tiga fase ketika kami bertahan: pressing yang tinggi, pressing menengah dan pressing lemah. Kami banyak menyesuaikan permainan pressing kami dengan lawan dan setiap penyesuaian yang kami lakukan biasanya merupakan pressing yang tinggi. Pressing menengah dan rendah lebih sistematis. ”

3. Menyerang saat bertahan

“Ketika saatnya bermain, kita bermain dan kapan saatnya bertahan kita bertahan; itulah keseimbangan dalam permainan kami. Tetapi, ketika tim melanjutkan serangan, kami tidak boleh lengah. Itulah yang kami sebut “menyerang sambil bertahan”. Dan dengan cara itu, dengan bertahan, kami sudah berada dalam posisi untuk memenangkan bola mundur jika kami kalah. ”

4. Konsep yang jelas

Anggota inti tim pelatih Tite sudah bersama untuk waktu yang sangat lama. Taktik Brasil bukan bersatu padu dalam waktu satu malam.

“Ini adalah karakteristik yang kami kembangkan di Corinthians, di mana kami punya lebih banyak waktu. Itu waktu terbaik kami bersama dalam hal berpikir jernih dan mempraktekkan ide. Itu adalah metodologi kami. Kami mengambil sesuatu dari tempat lain dan menyesuaikannya dengan konsep kami. Itu adalah prinsip sederhana, terlepas dari situasi apakah kita bekerja di klub atau tim nasional.”

5. Kekuatan komunikasi

“Jika Neymar bermain pada hari Minggu dengan PSG dan bergabung dengan kami pada hari Senin, begitu dia tiba di ruang ganti dan memeriksa teleponnya, dia akan mendapat pesan gambar yang diedit, memberinya gambaran tentang apa yang diharapkan dari dia. Kami punya pemain yang sangat bagus sehingga mereka bisa langsung mengerti semuanya.”

Drogba Jagokan Belgia Juara Piala Dunia Karena Sosok Ini

Drogba Jagokan Belgia Juara Piala Dunia Karena Sosok Ini

4

Situs Judi Sbobet – Mantan striker internasional Pantai Gading dan Chelsea, Didier Drogba rupanya menjagokan Belgia untuk bicara banyak di ajang Piala Dunia 2018. Pasalnya De Rode Duivels punya sosok bomber tajam dalam diri Romelu Lukaku.

Lukaku sendiri memang sudah bersinar di Rusia dengan catatan empat gol dari dua pertandingan di fase grup. Hal ini membuat penggawa yang dipanggil Belgia dari Manchester United tersebut menjadi salah satu kandidat peraih trofi sepatu emas.

“Aku masih suka memberinya tantangan seperti melebihi catatan golnya dari musim ke musim bersama Manchester United dan tentu saja menjadi top skor Piala Dunia. Aku sudah menemuinya di kamp latihan Belgia di Rusia namun kami tidak selalu membicarakan hal-hal serius,” tutur Drogba pada BBC Sport.

“Kami banyak bersenang-senang dan aku rasa Romelu dan Belgia sedang dalam kondisi bagus. Mereka tidak hanya bisa tampil apik dan menang. Bersama Romelu mereka bisa mendapatkan lebih,”

“Itulah kenapa aku mendukung mereka untuk berbicara banyak di Piala Dunia kali ini. Jika Romelu bisa mempertahankan bentuk terbaiknya maka Belgia akan punya peluang,” tambah mantan senior Lukaku saat masih di Chelsea tersebut.

Lukaku di usianya yang masih 25 tahun memang sudah menjadi salah satu striker yang paling disegani di dunia. Link Sbobet Resmi Sejak musim 2012/2013 atau kala masih berbaju West Bromwich Albion hingga kini ia tidak pernah absen mencetak dua digit gol untuk klub.

Pada musim 2017/2018 lalu yang jadi musim debutnya untuk MU pun Lukaku tetap bersinar. Sebanyak 27 gol dilesakkan oleh kakak Jordan Lukaku tersebut dari 51 penampilan di segala ajang. Tidak heran The Red Devils rela menebusnya dengan mahar 75 juta Poundsterling dari Everton.

Di level timnas kualitas Lukaku juga tidak pudar. Ia bahkan sudah menjadi pencetak gol terbanyak Belgia sepanjang masa dengan 40 gol dari 71 laga saja. Dilihat dari panjang kariernya yang tersisa besar kemungkinan ia masih bisa menambah angka-angka tersebut.

Sempat Adu Komentar Dengan Sergio Ramos, Diego Maradona Minta Maaf

Sempat Adu Komentar Dengan Sergio Ramos, Diego Maradona Minta Maaf

3

Agen Tangkasnet – Legenda hidup sepak bola Argentina, Diego Armando Maradona, menyatakan penyesalannya usai menyinggung perasaan Sergio Ramos. Pada bek tim naional Spanyol tersebut Maradona secara terbuka meminta maaf.

Permasalahan ini sendiri bermula ketika Maradona angkat bicara soal penampilan Ramos di Piala Dunia 2018 kali ini. Mantan bintang Napoli dan Barcelona tersebut dengan berani menganggap Ramos bukanlah pemain spesial seperti yang banyak orang anggap.

Maradona menambahkan jika dirinya lebih mengapresiasi permainan Diego Godin untuk Uruguay. Terbukti penampilan bek 32 tahun tersebut memang solid di Rusia dengan hanya satu gol yang sudah membobol gawang La Celeste sampai babak 16 besar. Dan kemudian Spanyol kemudian harus tersingkir di babak 16 besar setelah kalah dari tim non-unggulan, Rusia.

Ramos kemudian bereaksi dengan kata-kata yang tidak kalah pedas. Defender yang juga menjabat sebagai skipper Spanyol tersebut mengatakan jika gelar pemain terbaik sepanjang sejarah Argentina bukanlah milik Maradona. Cap tersebut sudah sepantasnya diberikan pada Lionel Messi.

Penilaian Maradona tak berubah

Tidak ingin perang komentar tersebut berlanjut, FIFA kemudian memberikan peringatan pada Maradona. Link Alternatif Sbobet Sebagai salah satu duta mereka yang akan selalu mendapat sorotan, FIFA ingin agar sang pencetak gol ‘tangan Tuhan’ tersebut mau lebih mengendalikan tingkah laku. Untungnya yang ditegur tidak merasa keberatan.

“Jika Sergio Ramos memang menghendaki maka aku akan meminta maaf atas komentarku walau hal itu tidak akan mengubah pandangan. Bagiku ia adalah pemain besar, kapten yang fantastis, dan sosok pemimpin hebat seperti yang ia tunjukkan bersama Real Madrid,” tutur Maradona pada media berbasis Spanyol, Marca.

“Aku bukan tipe orang yang mempedulikan sekitar dan selalu ingin bebas berpendapat. Jika memang Sergio merasa tersinggung maka aku minta maaf namun itu tidak akan merubah penilaianku,” tandas pria 57 tahun tersebut.

Bukan hal yang baru jika Maradona terlibat intrik dengan orang lain karena karakternya sejak lama memang demikian. Pemilik 91 caps dan 34 gol bersama Argentina tersebut sudah pernah terlibat berbagai macam kasus seperti penggunaan obat-obatan terlarang, anak diluar nikah, sampai dipenjara karena melukai jurnalis dengan senapan angin.

Namun dunia khusunya para penikmat sepak bola masih terus mengagungkan sosok Maradona. Tentu saja karena karya dan pencapaiannya di lapangan hijau yang tidak akan lekang oleh waktu seperti gelar juara Piala Dunia 1986 contohnya.

Perpanjang Kontrak, Fellaini Girang Tak Jadi Dijual Man United

Perpanjang Kontrak, Fellaini Girang Tak Jadi Dijual Man United

5

Bandar Judi Maxbet – Teka-teki masa depan gelandang Manchester United, Marouane Fellaini, terjawab sudah. Fellaini memutuskan untuk memperpanjang kontraknya bersama Man United hingga dua tahun ke depan.

Fellaini pun merasa sangat bahagia tak jadi angkat kaki dari Old Trafford pada bursa transfer musim panas 2018 ini. Pemain berpaspor Belgia itu pun dipastikan akan terus memperkuat Man United hingga akhir musim 2020.

Usai resmi memperpanjang kontraknya, Fellaini menjamin kontribusi besar bakal diberikannya kepada tim berjuluk The Red Devils tersebut. Link Sbobet Resmi Fellaini yakin di bawah asuhan Jose Mourinho, Man United bakal tampil lebih gemilang.

“Saya senang bisa melanjutkan perjalanan saya sebagai pemain Man United. Saya membuat keputusan ini karena saya sangat senang berada di sini,” ujar Fellaini, sebagaimana dikutip dari Sportsmole, Sabtu (30/6/2018).

“Saya merasa tim ini memiliki peluang besar untuk meraih berbagai hasil apik di bawah asuhan Jose (Mourinho),” lanjutnya.

Kabar ini tentu saja menepis rumor kedekatan Fellaini dengan beberapa klub papan atas dunia yang berembus kencang belakangan ini. Sebelum kabar ini diumumkan, pemain berusia 30 tahun itu terus dikait-kaitkan dengan Arsenal. Tetapi, kesepakatan antara Fellaini dengan The Gunners –julukan Arsenal– tak juga tercapai. Hal ini disinyalir terjadi lantaran Fellaini meminta gaji yang terlalu tinggi kepada tim baru yang berniat meminangnya.

Jerman dan Juara Bertahan Piala Dunia Lain yang Mentok di Fase Grup

Jerman dan Juara Bertahan Piala Dunia Lain yang Mentok di Fase Grup

5

Agen Joker – Jerman secara tragis harus menjadi juru kunci Grup F Piala Dunia 2018 setelah di laga terakhir fase grup pada Rabu (27/6/2018) malam WIB lalu Der Panzer keok dari Korea Selatan dengan skor 2-0.

Jerman yang menyandang status sebagai juara bertahan Piala Dunia sebenarnya sangat dominan di laga ini. Skuat asuhan Joachim Low itu bahkan mampu mencatatkan penguasaan bola mencapai 74 persen, dan enam tembakan mengarah ke gawang dari 13 kali percobaan yang mereka lakukan. Namun, dua gol Korea Selatan yang tercipta di masa injury time mengubur mimpi Jerman.

Catatan buruk yang baru saja ditorehkan Jerman itu menjadi penambah panjang rentetan daftar juara bertahan yang gagal lolos dari fase grup Piala Dunia edisi selanjutnya.

1. Prancis (Piala Dunia 2002)

Prancis menyandang status sebagai juara bertahan saat bertarung ke Korea dan Jepang pada 2002 silam. Diperkuat banyak pemain kelas dunia seperti Thierry Henry, Lilian Thuram, Zinedine Zidane dan masih banyak lagi yang lain tentu membuat Les Bleus sangat difavoritkan. Selain itu Prancis juga baru saja menjadi juara Euro 2000.

Namun, apa daya Prancis justru berakhir sebagai juru kunci Grup A Piala Dunia. Les Bleus kalah bersaing dengan Denmark, Senegal dan Uruguay.

2. Italia (Piala Dunia 2010)

Italia yang menyandang status juara Piala Dunia 2006 memang menjalani persiapan yang kurang meyakinkan jelang Piala Dunia 2010. Namun, tergabung di Grup F bersama dengan Selandia Baru, Paraguay dan Slovakia, tak sepantasnya tim sekelas Italia berakhir di posisi juru kunci.

Rekor Italia di Afrika Selatan juga menyedihkan. Dari tiga laga yang dijalani, Gli Azzurri hanya bisa meraih hasil imbang dua kali dan kalah sekali. Selain itu mereka juga kebobolan sebanyak lima kali.

3. Spanyol (Piala Dunia 2014)

Kondisi Spanyol di Piala Dunia 2014 nyaris serupa dengan yang dialami Prancis di Piala Dunia 2002. Selain berstatus sebagai juara bertahan di Piala Dunia, La Furia Roja juga baru menjuarai Euro dua tahun sebelumnya.

Namun, para pemain inti Spanyol yang mulai menua dan tak berjalannya skema baru yang coba diterapkan Vicente Del Bosque membuat Spanyol harus pulang lebih cepat. Mereka mengakhiri Piala Dunia 2014 dengan menempati urutan ketiga dengan koleksi tiga poin saja.

4. Jerman (Piala Dunia 2018)

Tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia 2018 sebenarnya sangat tak terduga. Link Sbobet 2018 Menjalani babak kualifikasi dengan mulus dan diperkuat pemain-pemain berkualitas, Der Panzer justru tak bisa memenuhi ekspektasi.

Hanya sekali menang dari tiga laga di fase grup Piala Dunia 2018, pasukan Joachim Low harus menanggung malu dengan menempati juru kunci Grup F. Jerman kalah bersaing dengan Swedia, Meksiko dan Korea Selatan.

Man United Tak Ingin Lepaskan Martial

Man United Tak Ingin Lepaskan Martial

1

Agen judi Bola – Agen Anthony Martial, Philipe Lamboley, mengungkapkan bahwa Manchester United sangat berupaya keras mempertahankan kliennya agar tidak pindah ke klub lain di bursa transfer musim panas 2018. Lamboley mengaku bahwa The Red Devils –julukan Man United– sudah menawarkan kontrak baru kepada Martial, namun pemain berusia 22 tahun itu masih belum mau untuk menandatangani hal tersebut.

Sebelumnya, Martial memang dikabarkan memiliki keinginan untuk pindah dari Man United karena jarang mendapatkan waktu bermain. Karena hal tersebut pun, Martial tak dipercaya oleh pelatih Tim Nasional (Timnas) Prancis, Didier Deschamps, untuk diikutsertakan pada gelaran Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia.

Akan tetapi, keinginan Martial untuk hengkang dari Old Trafford sepertinya akan sedikit sulit. Link Sbobet 2018 Karena menurut Lamboley, Man United tidak sama sekali berkeinginan untuk melepaskan Martial kepada tim lain.

“Manchester United ingin menambah masa kerja sama dengan Anthony Martial dan tidak ingin dirinya untuk pergi. Akan tetap, kami belum dapat menemukan kesepakatan selama beberapa bulan terakhir,” ujar Lamboley, dikutip dari The Republik of Mancunia, Jumat (15/6/2018).

“Padahal, setelah memikirkan segala kemungkinan yang ada, Anthony sangat berkeinginan untuk pergi meninggalkan Man United. Banyak sekali skenario yang dapat terjadi. Meski begitu, dalam waktu dekat ini tampaknya agak sedikit terlalu cepat membicarakan hal ini. Nantinya, Anthony akan membicarakan dan menjelaskan semuanya,” tuntasnya.

Juventus Ungguli Manchester United dalam Perburuan Joao Cancelo

Juventus Ungguli Manchester United dalam Perburuan Joao Cancelo

3

Agen judi Sbobet – Manajemen Valencia saat ini tengah berupaya agar bisa segera menjual pemain mereka, Joao Cancelo, ke klub lain. Pasalnya, Valencia dituntut mengumpulkan sejumlah uang agar terbebas dari jerat Financial Fair Play (FFP). Adapun Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) akan melakukan evaluasi terkait FFP tersebut pada akhir Juni 2018.

Menurut kabar yang disampaikan Calcio Mercato, Kamis (14/6/2018), saat ini Direktur Olahraga Valencia, Pablo Longoria, dan CEO mereka, Mateo Alemany, tengah berada di Milan untuk bisa merampungkan transfer Cancelo. Pasalnya, Juventus dikabarkan sangat antusias untuk bisa memperoleh jasa bek berkebangsaan Portugal tersebut.

Saat ini, Juve membutuhkan kehadiran pemain baru di sector kanan pertahanan mereka. Seperti diketahui, sebelum ini Stephan Lichsteiner telah pergi meninggalkan Juve untuk bergabung dengan Arsenal. Link Alternatif Sbobet Tak ayal, kini klub berjuluk La Vecchia Signora itu hanya memiliki Mattia De Sciglio sebagai pemain murni yang berposisi sebagai bek kanan.

Juve sebenarnya mendapat saingan dari dua klub Liga Inggris, yakni Manchester United dan Wolverhampton Wanderers. Akan tetapi, manajemen Valencia lebih memprioritaskan Juve ketimbang dua klub asal Inggris tersebut. Hal itu dapat dilihat dari kehadiran mereka di Milan.

Juve sendiri tertarik kepada Cancelo karena sang pemain telah memiliki pengalaman merumput di Liga Italia. Pada musim 2017-2018, Cancelo dipinjamkan Valencia ke Inter Milan dan sang pemain berkontribusi cukup besar untuk membawa La Beneamata finis di posisi empat klasemen akhir.

Dihubungkan Dengan Real Madrid, David Alaba Tetap Setia Pada Bayern Munchen

Dihubungkan Dengan Real Madrid, David Alaba Tetap Setia Pada Bayern Munchen

2

Bandar Judi Casino – Rumor yang menghubungkannya dengan Real Madrid pada musim panas ini rupanya tidak mempengaruhi kesetiaan David Alaba pada Bayern Munchen. Bek sayap asal Austria itu berniat untuk tetap menghormati kontraknya.

Alaba sendiri masih terikat kontrak sampai Juni 2021 bersama Die Roten. Lagipula ia juga tidak sabar memulai petualangan baru di Allianz Arena dengan kedatangan manajer anyar Niko Kovac yang menggantikan akan menggantikan caretaker Jupp Heynckes.

Ia sama sekali tidak tertarik membicarakan soal isu ketertarikan Madrid yang dihembuskan oleh ayah kandung sekaligus agennya pada medio Mei 2018 lalu. Alaba memastikan jika Bayern masih jadi rumah yang dicintainya.

“Aku tetap bertahan di Bayern. Kontrakku masih berlaku sampai tiga tahun lagi. Di Munchen aku baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dipertanyakan,” aku Alaba pada Bild.

“Dengan skuat kami saat ini Bayern bisa melaju jauh di Liga Champions. Para pelatih yang pernah menangani Bayern sudah tahu bagaimana cara membuat klub ini bersaing di Eropa bersama tim-tim besar lain,” tambah pemain berusia 25 tahun yang lahir dari ibu berkebangsaan Filipina tersebut.

Sebenarnya wajar jika Madrid meminati seorang Alaba karena kualitas adalah yang ia tawarkan dari sisi kiri. Link Alternatif Sbobet Selain itu pemain yang besar bersama akademi Bayern dan Austria Wina tersebut juga cukup versatile. Jika diperlukan ia bisa bergeser ke pos bek tengah, gelandang bertahan, atau gelandang kiri.

Jika memang akan bertahan bersama FC Hollywood pada 2018/2019 mendatang maka itu akan jadi musim ke-11 Alaba bersama klub profesional pertamanya tersebut. Sejak diberi debut pada 2010 di era manajerial Louis van Gaal, sudah 301 penampilan yang ia buat beserta 26 gol.

CV-nya juga sudah penuh dengan trofi. Sejauh ini sudah ada 14 gelar bergengsi yang dimenangkan Alaba termasuk tujuh Bundesliga, tiga DFB Pokal, dan satu Liga Champions.