Simeone Sebut Ronaldo Lebih Baik dari Messi Jika Dalam Situasi Ini

Simeone Sebut Ronaldo Lebih Baik dari Messi Jika Dalam Situasi Ini

2

Situs Judi Casino – Diego Simeone memandang Lionel Messi sebagai pemain yang lebih superior dari Cristiano Ronaldo, namun ia menganggap bintang Juventus itu adalah orang yang lebih baik untuk situasi yang buruk.

Simeone menyatakan kesukaannya pada Ronaldo setelah kekalahan 3-0 Argentina atas Kroasia di Piala Dunia. Tapi pelatih kepala Atletico Madrid itu menegaskan keyakinannya bahwa Messi adalah pemain yang lebih menonjol dari Ronaldo, dengan syarat dia harus dikelilingi oleh pemain top.

Dan menurut Simeone, Messi akan kesulitan untuk menyamai performa Ronaldo jika ia berada di tim yang tidak memiliki banyak pemain bintang.

“Jika saya harus memilih antara Messi dan Ronaldo, maka kemungkinan besar saya akan memilih Messi,” kata Simeone kepada wartawan.

“Ya saya menyebut [Ronaldo] di video, tapi percakapan itu adalah antara saya dan [asisten Atletico Madrid] German Burgos, yang membahas tentang sepak bola karena semua orang membicarakannya. Ketika saya berbicara tentang Messi dan Ronaldo, itu bukan dari perspektif siapa yang terbaik di dunia,” tambahnya.

“Saya hanya mengatakan bahwa jika Anda memiliki kesempatan untuk mendatangkan salah satu dari mereka di sebuah klub normal, dengan pemain normal, maka Ronaldo mungkin akan lebih baik. Tetapi jika untuk tim yang bertabur bintang dan dikelilingi oleh pemain hebat, Messi lebih baik dari Ronaldo,” pungkasnya.

Dua pemain, Link Alternatif Sbobet yang berbagi lima Ballon d’Or masing-masing, itu akan bersaing di liga yang berbeda untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir setelah transfer Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus.

Ronaldo dan Messi selama 10 tahun terakhir terus menjadi pemain yang dianggap terbaik di dunia. Mereka mampu membawa klub masing-masing untuk meraih kesuksesan di kompetisi domestik maupun Eropa.

Namun di pentas internasional, Ronaldo dan Messi tidak memiliki prestasi yang sama. Ronaldo bisa dikatakan lebih sukses, setelah mampu membawa Portugal untuk menjadi juara Piala Eropa dua tahun lalu.

Sedangkan Messi masih gagal untuk membawa Argentina untuk meraih prestasi besar, dan prestasi terbaiknya adalah membawa Tim Tango untuk lolos ke babak final Piala Dunia empat tahun lalu.

Pelatih Atletico Madrid Lebih Pilih Messi ketimbang Ronaldo

Pelatih Atletico Madrid Lebih Pilih Messi ketimbang Ronaldo

2

Situs Judi Casino – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengaku akan lebih memilih Lionel Messi ketimbang Cristiano Ronaldo jika harus diberi pilihan. Meski beberapa tahun ke belakang Ronaldo selalu lebih unggul dari Messi dalam hal penghargaan individu, tetapi Simeone memiliki pandangan berbeda.

Akan tetapi, Simeone tidak menyangkal jika Ronaldo memang adalah pemain terbaik di dunia saat ini. Namun situasi yang dimiliki Messi membuat pemain berpaspor Argentina itu memiliki penilaian lebih dari Simeone.

Pelatih berusia 48 tahun itu menyebut Messi adalah pemain yang mampu bersinar, meski ia dikelilingi pemain hebat lainnya seperti yang terjadi di Barcelona. Pemain berjuluk La Pulga itu mampu menunjukkan kelasnya sebagai pemain yang terus diandalkan, Link Alternatif Sbobet walau Barcelona selalu mendatangkan pemain baru yang juga apik.

“Saya akan memilih Messi. Pasti, tanpa keraguan. Ya, saya mengatakannya, tetapi obrolan itu terjadi ketika saya bersama teman-teman dan membicarakan tentang sepakbola,” ungkap Simeone, mengutip dari Marca, Senin (30/7/2018).

“Saya tidak berbicara siapa yang terbaik di dunia. Saya hanya mengartikannya untuk klub normal dengan pemain normal. Ronaldo mungkin lebih baik, tetapi dengan Messi yang dikelilingi pemain hebat, dia masih yang terbaik di dunia,” tambahnya.

Perdebatan siapa yang terbaik antara Ronaldo dan Messi memang tidak berhenti. Keduanya kembali dikaitkan di ajang Piala Dunia 2018, setelah kedua tim gagal mengantarkan timnya masing-masing melangkah jauh. Bahkan kepindahan ke Ronaldo ke Juventus pun dikaitkan dengan Messi yang dirumorkan akan hijrah ke Liga Italia bersama Inter Milan.

Inter Peringatkan Man United soal Transfer Ivan Perisic

Inter Peringatkan Man United soal Transfer Ivan Perisic

2

Situs Judi Casino – Inter Milan memperingatkan Manchester United untuk berhenti melakukan penawaran terhadap pemainnya yakni Ivan Perisic. Sebab klub asal Italia itu telah menegaskan diri tidak akan menjual pemain berpaspor Kroasia tersebut.

Ini adalah musim panas kedua berturut-turut bagi Man United yang sangat ingin membeli Perisic dari Inter. Pelatih Setan Merah –julukan Man United- pun memang sangat memendam keinginan untuk bisa mendapatkan jasa pemain berusia 29 tahun itu.

Sebelumnya Nerazzurri –julukan Inter- dilaporkan telah putus asa untuk mempertahankan para pemain bintang mereka pada musim panas ini. Padahal pada musim 2018-2018 mereka harus memiliki skuad yang mumpuni untuk melakoni laga comeback di Liga Champions.

Akan tetapi beberapa media Italia, seperti Football Italia, Minggu (29/7/2018), menegaskan bahwa Inter tidak akan menjual sama sekali bintang mereka yakni Perisic. Ketegasan itu pun ditujukan kepada Man United yang sangat menginginkan pemain berposisi sayap tersebut.

Perisic sendiri saat ini sedang melakoni liburan musim panasnya setelah gelaran Piala Dunia 2018. Link Alternatif Sbobet Prestasi apiknya bersama Kroasia di Piala Dunia 2018 pun membuat jasanya semakin diminati Man United. Ia pun berhasil membawa Timnas Kroasia melaju ke final Piala Dunia 2018, meski akhirnya finis di posisi runner-up.

Pada musim lalu, Perisic merupakan pemain andalan Inter yang juga tampil di kompetisi domestik Italia. Dari 37 penampilannya di Liga Italia 2017-2018, Perisic mampu bermain gemilang dengan mencetak 11 gol dan 11 assist.

Ini Persoalan yang Menghambat Pertukaran Bonucci-Caldara

Ini Persoalan yang Menghambat Pertukaran Bonucci-Caldara

2

Situs Judi Casino – Bursa transfer musim panas 2018 tengah diramaikan dengan negosiasi yang dilakukan oleh pihak Juventus dan AC Milan untuk melakukan pertukaran pemainnya. Disebutkan bahwa Juventus sedang berusaha memulangkan mantan pemainnya, Leonardo Bonucci, dan Milan mencari pengganti sang kapten dengan meminta Mattia Caldara.

Negosiasi pertukaran Bonucci dengan Caldara tersebut dilakukan oleh Direktur Teknis Milan, Leonardo Araujo, dengan Direktur Umum Juventus, Beppe Marotta. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada titik terang untuk terciptanya kesepakatan pertukaran pemain tersebut.

Pengamat sepakbola Italia, Gianluca Di Marzio, Kamis (26/7/2018) mengabarkan bahwa kendala yang menghambat transfer tersebut adalah karena masing-masing klub beranggapan kalau pemain mereka lebih baik dari yang lainnya. Alhasil, pihak Milan dan Juventus belum menyepakati terkait siapa yang harus menambah uang jika pertukaran terjadi.

Kubu Juventus merasa kalau Caldara saat ini memiliki nilai jual lebih tinggi dari Bonucci. Pasalnya, Caldara memiliki usia yang jauh lebih muda dari Bonucci. Caldara berusia 24 tahun sementara Bonucci 31. Link Sbobet Resmi Apabila memandang ke masa depan, Caldara jelas lebih potensial, ketimbang Bonucci yang memasuki usia senja sebagai pesepakbola. Selain itu, Milan juga tengah terpuruk yang membuat harga jual Bonucci menurun. Maka dari itu, Juve meminta Milan untuk menambah uang dalam pertukaran ini.

Sementara itu, kubu Milan merasa bahwa Bonucci tetaplah salah satu bek tengah terbaik di dunia saat ini. Selain itu, Bonucci memiliki jauh lebih banyak pengalaman ketimbang Caldara, yang mana itu akan berdampak besar bagi permainan dan mental tim secara keseluruhan. Maka dari itu, pihak Milan balas menuntut bahwa merekalah yang seharusnya mendapat uang dalam pertukaran ini.

Karena proses pertukaran ini, hasilnya proses transfer Gonzalo Higuain yang semula menjadi topic utama pun terpinggirkan. Transfer Higuain baru akan dibahas jika pertukaran Bonucci dengan Caldara sudah tuntas.

Bek Manchester City Ini Merasa Iri Prancis Menangkan Piala Dunia 2018

Bek Manchester City Ini Merasa Iri Prancis Menangkan Piala Dunia 2018

2

Situs Judi Casino – Aymeric Laporte merasa iri ketika menyaksikan Prancis memenangkan Piala Dunia karena ia tak termasuk ke dalam skuat yang dibawa oleh Didier Deschamps ke Rusia.

Bek Manchester City, Laporte, termasuk di antara pemain yang “absen” dari tim Les Bleus. Meskipun ia tidak diikutsertakan, ia sempat dimasukkan ke dalam skuat Prancis untuk pertandingan persahabatan pada bulan Maret.

Bek tengah berusia 24 tahun itu juga memenuhi syarat untuk bermain untuk Spanyol dan ia mengaku sulit untuk menonton Les Bleus yang meraih sukses tanpa kehadiran dirinya.

“Ada kecemburuan, jujur saya. Keputusan dibuat dan Anda hanya harus menerima mereka, begitulah yang terjadi dalam sepak bola,” kata Laporte kepada wartawan.

“Itu tidak mengejutkan saya, saat saya tidak terlibat. Saya tidak berada di skuat sebelumnya, tetapi itu tetap saja masih sedikit mengecewakan bagi saya, tidak terlibat di Piala Dunia. Musim panas saya benar-benar bagus. Ada banyak momen bersama keluarga dan teman. Saya sangat senang bisa pulang setelah menjalani musim yang berat,” tambahnya.

Target pertahankan posisi inti

Laporte sekarang fokus pada kehidupannya di Manchester City setelah membantu klub itu untuk meraih gelar juara Premier League musim lalu. Link Alternatif Sbobet Tim asuhan Pep Guardiola juga mengklaim Piala EFL yang melengkapi kesuksesan mereka.

“Saya sudah menjalani enam bulan yang benar-benar bagus di sini. Kami memenangkan dua gelar dan tentu saja, kami memenangkan banyak pertandingan. Akan sangat menyenangkan jika kami bermain di putaran terakhir Liga Champions tetapi itu adalah sesuatu yang bisa kami usahakan tahun ini,” kata mantan bek Athletic Bilbao itu.

“Saya merasa seperti telah menjadi starter sejak saya berada di sini. Saya akan tetap bekerja keras untuk tetap berada di tim inti, dan jika kami memenangkan pertandingan, maka saya berharap bisa berkontribusi. Semua orang ingin menjadi starter dan saya sedang bekerja keras untuk menuju itu,” lanjutnya.

“Pep adalah manajer terbaik di dunia, dia selalu membantu saya untuk menjadi lebih baik dan meningkatkan permainan saya. Dia menuntut, ya, tapi itu tidak menakutkan,” pungkas Laporte.

CEO Bayern: James Akan Bermain Bersama Kami Musim Depan

CEO Bayern: James Akan Bermain Bersama Kami Musim Depan

Situs Judi Casino – CEO Bayern Munich, Karl Heinze Rummenigge, menegaskan bahwa James Rodiguez akan tetap berseragam tim berjuluk Die Rotten itu pada musim 2018-2019. Hal itu pun sekaligus menepis kabar bahwa pemain asal Kolombia itu akan kembali ke Real Madrid dan mengakhiri status pemain pinjamannya setahun lebih cepat.

Sebagaimana diketahui, Bayern memang meminjam James selama dua musim sejak bursa transfer musim panas 2017. Akan tetapi, dengan berhentinya Zinedine Zidane dari jabatan pelatih Madrid dan keluarnya Cristiano Ronaldo dari Santiago Bernabeu, James disinyalir akan kembali lebih cepat.

Hal itu dikarenakan, James memutuskan menjadi pemain pinjaman di Bayern karena kehilangan menit bermain di bawah asuhan Zidane. Pada waktu Zidane menjadi pelatih, James kalah bersaing dari Marco Asensio dan Isco Alarcon.

Sementara itu, kepergian Ronaldo juga akan memperbesar kemungkinan James untuk berlaga di lapangan hijau pada musim depan bersama Madrid. Link Alternatif Sbobet Syaratnya, James harus mampu mengesankan Pelatih baru Madrid, yakni Julen Lopetegui.

Akan tetapi, segalanya ditepis Rummenigge yang menyatakan kabar dari Spanyol itu tidaklah benar. Rummenigge pun menegaskan bahwa James akan tetap berada di Allianz Arena sesuai perjanjian sebelumnya. Bahkan, CEO Bayern itu berharap untuk mempermanenkan James pada akhir musim 2018-2019.

“Banyak rumor yang berasal dari Spanyol tidak benar. Situasi kontrak pemain sudah diketahui semua orang. James pasti akan bermain untuk kami musim ini (2018-2019), dan saya berharap dia (James) bermain untuk Bayern setelah itu,” ujar Rummenigge, seperti yang diwartakan Sport360, Minggu (22/7/2018).

Jelang Perempatfinal Piala Dunia, Swedia Sudah Tahu Kelemahan Inggris

Jelang Perempatfinal Piala Dunia, Swedia Sudah Tahu Kelemahan Inggris

2

Situs Judi Casino – Penasihat tim nasional Swedia, Tom prahl menyebut bahwa Inggris memiliki permainan terlalu lambat dan mudah untuk dikalahkan jelang pertemuan keduanya di perempatfinal di Samara Arena, Sabtu (7/7) malam WIB.

Inggris mengalahkan Kolombia melalui adu penalti untuk mengamankan langkah mereka ke perempatfinal. Tetapi secara kasat mata permainan Inggris menurun, karena sebelumnya kalah dari Belgia 1-0 pada laga penutup Grup G. Kemenangan mereka hanya datang saat melawan Panama dan Tunisia di babak grup.

Publik Inggris sangat percaya diri bahwa negara mereka menjadi favorit untuk mencapai final Piala Dunia. Banyak yang mengharapkan mereka untuk meraih kemenangan mudah melawan Swedia di perempatfinal.

Akan tetapi, Swedia tak segampang itu. Perjalanan mereka terbilang cukup impresif hingga fase sekarang. Mereka sukses mengalahkan Swiss 1-0, dan Meksiko 3-0 di babak penentuan Grup F.

Penasihat timnas Swedia, Prahl mengatakan kepada media tentang kelemahan, Link Alternatif Sbobet kekuatan dan bagaimana cara mereka untuk bisa mengalahkan Inggris. Dia menyebut Three Lions memindahkan bola sangat lambat dan akan mudah untuk dikalahkan.

“Dalam hal kelemahan, mereka tidak pandai menggerakkan bola dengan cepat – tidak seperti tim dari Eropa selatan,” seru Prahl.

“Mereka belum berada di bawah tekanan sebanyak itu. Saya pikir lawan mereka telah mundur sedikit, jadi mereka telah diberi kesempatan untuk memindahkannya dengan baik dan lambat,”

“Jadi itu pertanyaan besar bagi saya – apakah mereka akan dapat membuka pertahanan kami jika kami menekannya lebih tinggi, dan apa efeknya pada permainan kami sendiri. Kami akan mencari tahu.”

Namun, dia memuji Inggris karena mengadaptasi permainan mereka dari pendekatan yang lebih langsung, dan permainan yang lebih statis. Seperti saat mereka mengubah formasi belakang menjadi tiga bek.

“Inggris bukan hanya meneruskan bola ke depan dan menendang dan terburu-buru, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh seluruh Eropa. Mereka menyimpan banyak pemain secara terpusat dan menggunakan tiga bek, tetapi mereka juga memiliki lebih banyak metode untuk membangun serangan mereka,”

“Mereka juga mempertahankan atribut mereka yang lebih tradisional, dengan ketangguhan dan fisik. Mereka telah mencetak enam dari sembilan gol mereka di drama yang ditentukan, jadi kami sadar akan hal itu.” tukasnya.

Swedia Enggan Sombong Usai Ungguli Jerman Dalam Perebutan Tiket 16 Besar

Swedia Enggan Sombong Usai Ungguli Jerman Dalam Perebutan Tiket 16 Besar

2

Situs Judi Casino – Kesuksesan mengungguli Jerman dalam perebutan tiket babak knock-out Grup F Piala Dunia 2018 rupanya tidak ingin terlalu dibanggakan oleh Swedia. The Blagult menyatakan hanya ingin fokus ke tujuan mereka sendiri di Rusia.

Digabungkan dalam satu grup bersama Jerman, Meksiko, dan Korea Selatan memang membuat banyak orang yang merasa jika peluang Swedia bicara banyak di Piala Dunia cukup kecil. Pasalnya mereka sendiri lolos ke putaran final berkat play-off sementara Meksiko adalah jawara zona CONCACAF dan Jerman juara bertahan.

Prediksi tersebut makin tampak nyata ketika di matchday kedua Swedia mesti takluk dari Jerman 2-1. Sempat unggul lewat gol Ola Toivonen, Der Panzer justru dibiarkan bangkit dan membalas via lesakan Marco Reus dan Toni Kroos.

Namun Swedia-lah yang berhak tertawa paling akhir. Di matchday ketiga, kemenangan mereka 3-0 mereka atas Meksiko mampu dibarengi dengan kekalahan Jerman 2-0 dari Korsel. Akhirnya wakil Skandinavia berhak menuju 16 besar dengan status juara grup.

Janne Andersson selaku pelatih Swedia mengaku ‘kemenangan’ atas Jerman tidak perlu dibesar-besarkan. Link Sbobet Resmi Pasalnya timnya kini harus berkonsentrasi pada Swiss yang akan jadi lawan mereka di Saint Petersburg Stadium pada Rabu (4/7) mendatang.

“Sebuah ketidakberuntungan bagi Jerman karena mereka harus teriliminasi begitu awal. Namun bukan urusan kami untuk melihat apa yang lawan raih. Swedia fokus pada tujuannya sendiri,” tutur Andresson pada Goal.

“Tidak ada yang namanya kesombongan yang kami tunjukkan untuk Jerman atau tim manapun. Rasanya tidak ada untungnya untuk bahagia dengan kekalahan yang dialami mereka,” tandasnya kemudian.

Swiss sendiri bukan lawan yang asing bagi Swedia karena sejak Juni 1920 telah ada 27 duel yang terlaksana. Kedua negara terhitung sama kuat dengan masing-masing mengantongi 10 kemenangan dan tujuh imbang.

Terakhir kalinya pertandingan dinaungi ajang kompetitif adalah pada September 1995 silam di kualifikasi Piala Eropa dengan skor 0-0. Sementara itu duel di Piala Dunia terakhir terjadi pada Juni 1977 dan kali ini Swedia keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1.

Bertemu Prancis Di Babak 16 Besar, Argentina Dicap Sebagai Underdog

Bertemu Prancis Di Babak 16 Besar, Argentina Dicap Sebagai Underdog

Situs Judi Casino – Setelah mendapatkan tiket babak 16 besar Piala Dunia 2018 dengan susah payah, Argentina diprediksi masih akan menderita. Terutama ketika Prancis dipastikan akan jadi lawan selanjutnya.

Opini ini disuarakan oleh mantan striker La Albiceleste sendiri, yakni Hernan Crespo. Baginya Les Bleus yang lebih matang dan bertalenta punya kans lebih besar untuk menang namun, bukan berarti negaranya sudah pasti akan tersingkir.

“Semua pendukung Argentina tentunya berharap saat jumpa Prancis nanti akan ada kesempatan untuk menang. Memang tidak akan mudah karena lawan lebih difavoritkan dalam situasi sekarang ini,” beber Crespo seperti dilansir Sky Sports.

“Prancis datang ke Rusia dengan persiapan yang lebih baik. Ada perbedaan besar dengan Argentina. Tidak seperti mereka, kami berjalan selangkah demi selangkah. Anda tidak bisa memprediksi masa depan secara akurat dan aku yakin Argentina masih bisa melawan.”

Masih menurut Crespo, lolos dari Grup D hanya dengan empat poin serta harus menunggu sampai matchday pamungkas bukanlah hal lazim untuk Argentina. Dengan sejarah panjang serta dua trofi di ajang Piala Dunia seharusnya Tim Tango tidak akan kesulitan menuju fase knock-out.

Setelah dijegal Islandia 1-1 dan dibantai Kroasia 3-0, Argentina butuh dua ‘bantuan’ dari Nigeria untuk lolos. Namun demikian Crespo tetap mensyukuri hasil tersebut.

“Apa yang terjadi pada Argentina di fase grup lalu tidaklah normal. Melihat ada banyak pemain yang menangis usai laga terakhir menunjukkan jika mereka mengemban beban begitu berat,” sambung Crespo lagi.

“Semoga saja kelolosan akan membuat mereka menjadi sedikit lebih lega. Dengan itu di laga selanjutnya Argentina bisa menunjukkan bentuk terbaik,” tandas bomber yang berjaya di Serie A saat masih memperkuat AC Parma, Inter Milan, dan Lazio tersebut.

Duel antara Prancis dan Argentina akan jadi laga pertama untuk babak 16 besar yakni pada Sabtu (29/6) mendatang dan bertempat di Kazan Arena. Link Sbobet Resmi Jika melihat dari catatan mereka di putaran final, maka Tim Ayam Jantan memang bisa jadi tembok tinggi untuk Lionel Messi dan kolega.

Tergabung di Grup C bersama Denmark, Peru, serta Australia, Prancis tidak pernah kalah dan mengoleksi tujuh poin di akhir klasemen. Sayangnya tim besutan Didier Deschamps yang jadi runner-up Piala Eropa 2016 lalu tersebut tidak terlalu subur dengan rata-rata hanya satu gol per 90 menit.

Tanggapan Eks Pemain Sevilla Soal Arsenal Pilih Emery Sebagai Manajer Baru

Tanggapan Eks Pemain Sevilla Soal Arsenal Pilih Emery Sebagai Manajer Baru

2

Situs Judi Casino – Bek tengah Cagliari, Marco Andreolli merasa Unai Emery memiliki apa yang diperlukan untuk berhasil menggantikan Arsene Wenger di Arsenal.

Andreolli pernah merasakan tangan dingin Emery saat ia menjalani masa peminjaman di Sevilla dari Inter Milan di tahun 2015 lalu. Setelah sempat tampil tujuh kali di La Liga musim tersebut, Andreolli mengalami cedera.

Namun, ia tetap bisa bercerita banyak tentang Emery terutama bagaimana pelatih asal Spanyol itu memberikan motivasi kepada tim untuk menjuarai Liga Europa tiga musim beruntun.

“Arsenal telah menunjuk seorang pemenang,” katanya kepada The Guardian. “Itu adalah sesuatu yang jelas saat Anda bertemu Unai Emery. Ia terus-menerus berpikir tentang kemenangan dan piala yang dimenangkannya selama karier kepelatihannya berbicara untuknya.”

“Emery memiliki satu kualitas hebat: dia adalah motivator yang luar biasa. Spesialisasinya sedang mempersiapkan pertandingan, berbicara panjang lebar untuk para pemainnya.”

“Saya ingat ketika saya berada di Sevilla, kami melakukan pertemuan panjang di mana dia pertama kali menampilkan berbagai video taktis dan kemudian film motivasi. Dia ingin benar-benar membuat kami menyalakan api di dalam diri kami.”

“Terlebih lagi, staf yang ada di belakang Emery kumpulan orang dengan kualitas tertinggi. Pelatihnya sangat siap, belajar untuk setiap pertandingan besar. Unai dan stafnya berada di atas setiap detail kecil. Mereka tidak meninggalkan apa pun untuk kebetulan, mereka benar-benar hidup untuk sepakbola,” tandasnya.

Lebih lanjut Andreolli juga menyatakan bahwa Emery memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemain bahkan juga dengan suporter. Link Sbobet 2018 Kemudian ia juga meyakinkan bahwa kualitas yang dimiliki oleh Unai Emery akan cukup untuk membuat Arsenal kembali meraih kesuksesan di Premier League.