Menilik Debut Cristiano Ronaldo di Liga Champions Bareng Man United dan Madrid

Menilik Debut Cristiano Ronaldo di Liga Champions Bareng Man United dan Madrid

2

Agen Joker123 – Jika tidak ada aral melintang, Cristiano Ronaldo akan menjalani laga debut bersama Juventus di ajang Liga Champions. Hal itu saat Juventus bertandang ke markas Valencia di matchday pertama Grup H Liga Champions 2018-2019 yang berlangsung di Estadio Mestalla, Kamis 20 September 2018 dini hari WIB.

Juventus merupakan klub ketiga yang dibela Ronaldo di ajang Liga Champions. Dua klub sebelumnya ialah Manchester United dan Real Madrid. Ronaldo sebenarnya sempat membela Sporting Lisbon di Liga Champions 2002-2003, namun baru di babak Kualifikasi III, bukan di babak utama (fase grup).

Karena itu, hanya Man United dan Madrid yang bisa dibilang pernah diperkuat Ronaldo di Liga Champions. Lantas, bagaimana debut Ronaldo bersama dua klub tersebut? Ronaldo memulai debut di Liga Champions saat Man United bertandang ke markas VfB Stuttgart di matchday kedua Grup B Liga Champions 2003-2004.

Saat itu, The Red Devils –julukan Man United– takluk 1-2 dari Stuttgart. Link Alternatif Sbobet Akan tetapi, gol tunggal Man United yang dicetak Ruud van Nistelrooy via titik putih terjadi setelah Ronaldo dijatuhkan kiper Stuttgart, Timo Hildebrand.

Kemudian bersama Madrid, Ronaldo menjalani debut luar biasa. Ia mencetak dua gol saat Madrid menang 5-2 atas FC Zurich di matchday pertama Grup C Liga Champions 2009-2010.

Melihat catatan di atas, Ronaldo selalu berkontribusi atas raihan yang dicetak timnya. Potensi Ronaldo memberikan kontribusi saat Juventus bertemu Valencia pun terbuka lebar. Sebab, dari 18 pertemuan kontra Los Che –julukan Valencia, Ronaldo 15 kali mengoyak jala gawang tim yang bermarkas di Estadio Mestalla terebut.

Atletico Madrid Kalah Dari Celta Vigo, Diego Simeone Tanggung Semua Dosa

Atletico Madrid Kalah Dari Celta Vigo, Diego Simeone Tanggung Semua Dosa

Agen Joker123 – Entrenador Atletico Madrid, Diego Simeone, mengakui jika ia adalah kambing hitam dari kekalahan 2-0 timnya di markas Celta Vigo pada Sabtu (1/9) lalu. Bagi juru taktik asal Argentina ini hasil tersebut menjadi cambukan yang keras untuk bangkit selanjutnya.

Atletico memang menampilkan display buruk saat bertandang ke Estadio Balaidos. Dengan materi skuat yang di atas kertas jauh lebih baik dari lawannya, namun Los Rojiblancos justru terpuruk. Diego Costa cs bahkan tidak mampu membuat tembakan tepat sasaran dan ini mengulang catatan pada Oktober 2013 lalu saat melawan Espanyol. Padahal setidaknya ada sepuluh percobaan yang dilepaskan.

Striker 22 tahun Celta, Maxi Gomez, jadi bintang di laga ini. Setelah membuat Diego Godin menahan malu setelah tergilincir dalam prosen penciptaan gol pertama, bomber Uruguay ini juga memberikan assist pada Iago Aspas. Kini Maxi sudah mencetak dua gol dan assit dari dua jornada terakhir.

Luka Atletico bak digarami setelah Stevan Savic menerima kartu kuning kedua saat waktu menunjukkan menit ke-70. Link Sbobet Terbaru Kesialan ini sebenarnya bisa dihindari apabila Simeone menarik keluar bek internasional Montenegro itu alih-alih Jose Gimenez dua menit sebelumnya.

“Hasil dari laga ini membuatku terbangun. Sejak pertandingan melawan Rayo (Vallecano) kami sudah tampil buruk dan itu terulang lagi di babak kedua,” tutur Simeone pada awak media.

“Tanggung jawab sepenuhnya ada padaku karena instruksi setelah babak pertama tidak jelas. Celta kemudian merespon dengan baik. Sebelum mereka memastikan kemenangan di babak kedua kami punya peluang untuk uggul lebih dulu namun tidak terambil. Celta pantas meraih tiga poin,” tandas eks penggawa Lazio dan Inter Milan ini.

Berkat kekalahan ini posisi Atletico dalam papan klasemen sementara La Liga masih ada di tangga kesebelas. Klub penghuni Wanda Metropolitano tersebut hanya mengumpulkan empat poin dari tiga jornada.

Sebaliknya Celta mampu terbang tinggi dan mengisi slot runner-up sejauh ini dengan nilai tujuh. Los Celestes asuhan Antonio Mohamed ini menempel ketat Real Madrid sang pemuncak yang masih sempurna dengan sembilan poin sampai Minggu (2/9).

Tentunya ini jadi sesuatu yang memalukan bagi Atletico mengingat mereka menghabiskan dana lebih dari 100 juta Euro pada jendela transfer musim panas. Pemain-pemain berkualitas seperti Rodri Fernandez, Thomas Lemar, Nikola Kalinic, serta Santiago Arias sudah didatangkan namun belum ada yang benar-benar bisa menyatu dengan tim.

Jurgen Klopp Buka Peluang Tangani Timnas Jerman

Jurgen Klopp Buka Peluang Tangani Timnas Jerman

1

Judi Sabung Ayam – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku terbuka untuk menangani tim nasional (Timnas) Jerman suatu hari nanti. Kendati begitu, pria berkacamata tersebut mengaku tidak ingin terburu-buru untuk meninggalkan jabatannya di klub saat ini.

Timnas Jerman mengalami mimpi buruk selama Piala Dunia 2018. Mesut Ozil dan kawan-kawan gagal lolos dari Grup F dengan dua kekalahan masing-masing dari Meksiko di laga pembuka serta Korea Selatan di pertandingan terakhir.

Joachim Low memang masih dipercaya menangani Timnas Jerman. Namun, pemilihan pemain yang membingungkan serta kegagalan total di Piala Dunia 2018 tersebut membuat publik mulai meragukan kapasitas dan hasratnya dalam menangani tim.

Sebagai salah satu pelatih terkemuka asal Jerman, Link Sbobet Terbaru Klopp tentu muncul sebagai kandidat untuk menggantikan posisi Low suatu hari nanti. Namun, ia tidak mengharapkan panggilan negara tersebut datang dalam waktu dekat.

“Apabila saya diminta dan tersedia, tentu saya akan memikirkannya,” ujar Jurgen Klopp, mengutip dari Sportskeeda, Senin (13/8/2018).

“Tetapi sekarang saya terikat kontrak dengan Liverpool hingga empat tahun mendatang dan hanya karena Jerman bermain buruk, lalu saya memikirkan jabatan tersebut? Tidak. Saat ini saya tidak tersedia sebagai pilihan,” imbuh pelatih berusia 51 tahun itu.

MANCHESTER UNITED: Sindrom Musim Ketiga Mourinho?

MANCHESTER UNITED: Sindrom Musim Ketiga Mourinho?

3

Bandar Sbobet – Jose Mourinho akan menghadapi beberapa tantangan saat Manchester United mempersiapkan diri jelang musim Premier League 2018/19.

Peringkat musim lalu: 2

Transfer masuk utama: Diogo Dalot, Fred, Lee Grant

Transfer keluar utama: Daley Blind, Michael Carrick

Pemain kunci: Alexis Sanchez

Ada ketegangan di internal Manchester United. Jose Mourinho telah menunjukkan rasa frustrasinya di sepanjang pra-musim, di mana ia mengeluh tentang segala sesuatu mulai dari penjadwalan Premier League hingga transfer selama tur mereka di Amerika Serikat.

Suasana hati Mourinho telah meredam rasa optimisme mereka jelang musim baru, dan itu juga mengingatkan kembali atas performa timnya di klub sebelumnya. Apakah Mourinho akan menderita sindrom musim ketiga untuk kesekian kalinya? Apakah masa jabatannya Manchester United akan berakhir dengan buruk?

Performa klub pada awal musim ini akan memberi perhatian pada masalah itu, dan suasana hati Mourinho mungkin membaik jika dia mampu mendatangkan lebih banyak wajah baru sebelum batas waktu transfer. Tetapi pada saat ini potensi itu masih belum terlihat dan pendukung berhak untuk menjadi cemas. Berikut adalah tiga tantangan utama yang dihadapi Mourinho jelang kick-off Premier League.

Fokus pada hal yang penting

Pendekatan blak-blakan Mourinho pada konferensi persnya bukanlah hal yang baru, tetapi itu menimbulkan suasana negatif di United dan ada perasaan bahwa dia menimbulkan masalah yang tidak perlu. Kritiknya terhadap Anthony Martial, yang meninggalkan tur pra-musim mereka untuk menghadiri kelahiran anak keduanya, dianggap terlalu berlebihan.

Salah satu keluhan terbesar Mourinho adalah dirinya merasa tidak mendapatkan dukungan yang dia inginkan di bursa transfer, tetapi United telah menghabiskan banyak uang di eranya. Akankah lebih baik baginya untuk berusaha mencapai prestasi yang terbaik dari apa yang sudah dia dapatkan? Prioritasnya musim ini adalah menstabilkan kapal tim dan fokus pada peningkatan performa timnya. Itu harapan terbaiknya untuk memangkas celah dengan Manchester City.

Perkokoh pertahanan

Manchester United hanya kebobolan 28 gol di Premier League musim lalu, tetapi itu akan jauh lebih buruk jika mereka tidak memiliki David De Gea. Pemain asal Spanyol itu memberikan keajaiban bagi United, Link Alternatif Sbobet dengan membuat penyelamatan gemilang secara teratur dan, ia mencegah lebih banyak gol daripada kiper Premier League lainnya.

United tidak bisa terus mengandalkan De Gea untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan, dan tugas Mourinho adalah memberinya lebih banyak perlindungan. Manchester United diperkirakan akan setidaknya mendatangkan satu bek tengah baru, dengan Toby Alderweireld dari Tottenham dan Yerry Mina dari Barcelona menjadi target mereka. Tetap Mourinho telah menghabiskan total lebih dari 60 juta pounds untuk mendatangkan Eric Bailly dan Victor Lindelof. Bisakah dia membujuk klub untuk terus mengeluarkan dana untuk memperbaiki lini belakang tim?

Munculkan performa terbaik Pogba

Paul Pogba menunjukkan kilatan performa terbaiknya musim lalu, mencetak 6 gol dan memberikan 10 assist dalam 27 penampilannya di Premier League. Tetapi setelah dua tahun Pogba berada di Old Trafford sebagai pemain utama, masih terasa seolah klubnya menunggu untuk melihat performa terbaik dari dirinya. Hubungannya yang tegang dengan Mourinho tidak membantu, tetapi penampilannya untuk tim nasional Prancis di Piala Dunia menunjukkan apa yang bisa dia lakukan jika situasinya ideal.

Tugas dari Mourinho untuk menciptakan situasi yang sama di United. Pogba telah kesulitan untuk memenuhi tuntutan Mourinho dalam dua musim terakhir, tetapi dia harusnya terbantu oleh kedatangan Fred, yang bisa memberikan platform baginya untuk menyerang dengan kebebasan yang lebih besar.

Guardiola Berharap Man City Datangkan 1 Gelandang Baru Sebelum Bursa Transfer Ditutup

Guardiola Berharap Man City Datangkan 1 Gelandang Baru Sebelum Bursa Transfer Ditutup

Agen Bola – Penampilan apik ditunjukkan oleh para pemain Manchester City kala menumbangkan Chelsea dengan skor 2-0 di ajang Community Shield 2018. Meski begitu, Manajer Man City, Josep Guardiola, nyatanya masih belum puas dengan komposisi skuad yang dimilikinya saat ini.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Guardiola mengungkapkan kalau skuadnya masih kekurangan satu orang gelandang lagi. Pasalnya, saat ini Man City hanya memiliki Fernandinho yang biasa ditempatkan sebagai gelandang bertahan. Maka dari itu, sebelum bursa transfer musim panas 2018 ditutup, Guardiola berharap Man City bisa merekrut satu gelandang lagi.

Apabila pada akhirnya Man City tak mendatangkan satu pun gelandang baru, maka Guardiola membeberkan bahwa ia akan memaksimalkan pemain yang ada. Seperti halnya bek Man City, Link Sbobet Terbaru John Stones, yang disebut Guardiola akan coba dimainkannya sebagai gelandang, jika ia tak mendapatkan pemain baru.

“John menampilkan performa luar biasa di Piala Dunia. Itu bagus untuk melihat dia sebagai gelandang bertahan. Jika tidak ada pemain lain yang tiba, saya harus mencari solusi dan mungkin dia bisa bermain di sana,” beber Guardiola, seperti diwartakan oleh Calcio Mercato, Senin (6/8/2018).

“Kami ingin menemukan mungkin satu pemain lagi karena kami tidak memiliki pemain untuk menggantikan Fernandinho. Jika dia tidak datang, maka kami akan tetap seperti apa adanya. Dalam empat atau lima hari ke depan kita akan mengetahuinya,” tukas Guardiola.

Selain Pertahankan Gelar Premier League, Manchester City Diyakini Bisa Juara Liga Champions

Selain Pertahankan Gelar Premier League, Manchester City Diyakini Bisa Juara Liga Champions

4

Agen 88tangkas – Mantan pemain Barcelona, David Villa menyebut Manchester City bisa mempertahankan gelar Premier League mereka di musim ini. Selain itu, Villa juga menyebut The Citizens bisa menjadi juara Liga Champions.

Manchester City begitu dominan di Premier League musim 2017-18 yang lalu. Skuat Pep Guardiola berhasil menjadi raja di Inggris setelah mengakhiri musim dengan hanya menelan dua kali kekalahan.

“Saya yakin ia [Guardiola] akan melakukannya lagi karena dia adalah pelatih yang bagus, punya tim yang bagus, serta mendapat dukungan dari Manchester City dan grup City,” ujar Villa.

“Mereka adalah salah satu tim terbaik di dunia dan saya tidak meragukan kalau ia bisa menghadirkan trofi lagi pada tahun ini dan kenapa tidak trofi terbaik yang diperjuangkan klub untuk waktu waktu yang lama, yakni Liga Champions,” tandas penyerang asal Spanyol itu.

David Villa dan Pep Guardiola pernah bekerja sama saat keduanya masih membela Barcelona dari tahun 2010 hingga 2013 yang lalu. Link Sbobet Resmi Di Barelona keduanya sempat meraih beberapa gelar bergengsi termasuk di ajang Liga Champions pada tahun 2011 yang lalu.

David Villa sendiri saat ini bermain di New York City FC. Klub yang berlaga di ajang Major League Soccer (MLS) itu masih berada di payung perusahaan yang sama dengan Manchester City.

Klopp Ubah Pendapat Soal Harga Transfer Pogba Ke Manchester United

Klopp Ubah Pendapat Soal Harga Transfer Pogba Ke Manchester United

3

Bandar Sbobet – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengaku telah mengubah pikiran dan komentar sebelumnya tentang biaya transfer yang dibayarkan para pesaingnya di masa lalu.

Manajer asal Jerman itu juga mengatakan tidak peduli jika orang berpikir dirinya munafik untuk komentar-komentar itu setelah mendatangkan dua pemain mahal sejak awal 2018.

Penjaga gawang Alisson bergabung dengan Liverpool awal minggu ini dalam sebuah kesepakatan senilai 65 juta pounds, yang membuatnya menjadi rekrutan mahal terbaru di Anfield dalam 12 bulan terakhir, mengikuti Virgil van Dijk (75 juta pounds), Naby Keita (52.75 juta pounds ), Fabinho (44 juta pounds) dan Alex Oxlade-Chamberlain (40 juta pounds).

Klopp berbicara menentang biaya transfer yang tinggi pada Juli 2016 setelah Manchester United mengeluarkan dana sebesar 89,3 juta pounds untuk mendatangkan Paul Pogba, dengan mengatakan bahwa dirinya akan melakukan hal berbeda jika dia memiliki dana seperti itu.

Namun berbicara pada konferensi pers di Bank of America Stadium pada hari Sabtu, Link Sbobet 2018 manajer Liverpool itu menekankan bahwa langkah-langkah terbarunya ini dilakukan hanya dengan tujuan memberikan kesuksesan.

“Itulah masalahnya akhir-akhir ini. Apapun omong kosong yang saya katakan, tidak ada yang akan melupakannya. Di sisi lain, itu masih agak benar. Saya tidak bisa membayangkan dunia akan berubah seperti itu dua setengah tahun yang lalu. 100 juta pounds adalah angka gila,” ujarnya.

“Sejak saat itu dunia telah berubah total. Saya yakin saat ini kami telah mendatangkan kiper paling mahal. Ini adalah awal dari bursa transfer. Akan ada beberapa transfer bagus yang mengikuti. Tanggung jawab saya adalah membawa klub ini sesukses mungkin. Saya tidak bisa mendorong pikiran saya dan mengatakan bahwa kami tidak ingin membeli pemain mahal, jika pada akhirnya Liverpool tidak berhasil. Itu tidak akan berhasil,” tambahnya.

“Kami memiliki skuat yang sangat bagus. Untuk meningkatkannya membutuhkan harga yang mahal. Pemain yang lebih baik daripada yang ada di skuat kami tidak bisa didapatkan dengan mudah. Saya harus menghormati kontrak tetapi jika saya tertarik pada pemain, saya harus mencoba membawa mereka masuk. Ketika kami yakin tentang hal itu, pemilik kami percaya banyak dalam proyek kami, dan mereka mendukung langkah kami,” lanjutnya.

Klopp melanjutkan: “Kami tidak peduli dengan apa yang dipikirkan dunia di sekitar kami, seperti Manchester United yang tidak peduli dengan apa yang saya katakan. Itu hanya pendapat pada saat itu.”

Capello Ramal Prancis Akan Jumpa Inggris Di Final Piala Dunia 2018, Lalu Juaranya?

Capello Ramal Prancis Akan Jumpa Inggris Di Final Piala Dunia 2018, Lalu Juaranya?

4

Agen 88tangkas – Mantan pelatih tim nasional Inggris, Fabio Capello memprediksi bahwa Perancis akan bertemu Inggris di final Piala Dunia 2018. Lebih lanjut Capello menjagokan Inggris untik menjadi jawara di Rusia.

Inggris tampil luar biasa di Piala Dunia 2018 ini. Dengan ekspektasi yang tak seberapa, tim asuhan Gareth Southgate justru sukses menembus babak semi final. Di fase tersebut Inggris akan menghadapi Kroasia pada Kamis (12/7/2018) dini hari WIB mendatang.

“Mereka memiliki pemain cepat dan manajer hebat [Gareth Southgate],” kata Capello kepada media asal Italia, Gazzetta dello Sport.

“Southgate mengerti bahwa dia akan pulang dengan taktik dua bek tengah, jadi dia memasukkan tiga bek. Dia akhirnya menemukan penjaga gawang yang bagus: [Jordan] Pickford memiliki reaksi dan sadar [menempatkan] posisi.”

Insting dan keberanian Southgate

Capello setuju jika Southgate dibekali talenta-talenta bagus yang terasah bersama klub-klub Liga Inggris. Namun ia juga mengingatkan jika klub-klub di Liga Inggris tak memiliki program khusus yang tujuan akhirnya Tim Nasional.

Ia juga memuji keberanian Southgate menyingkirkan pemain-pemain senior dan memberi kesempatan kepada pemain muda, Link Sbobet 2018 yang masih miskin pengalaman Internasional.

“Dia [Southgate] dibantu oleh konteks seperti Liga Premier di mana klub meluncurkan pemain-pemain muda tanpa terkondisi.”

“Bakat ada di sana, tetapi intuisinya adalah menempatkan [Harry] Maguire dalam pertahanan tiga bek, pilihannya pada Pickford dan mengelola ketegangan.”

“Laga final? Prancis-Inggris. Dan dalam hal ini saya melihat Inggris sebagai favorit,” tandas Capello yang juga sempat menangani tim nasional Rusia itu.

Fabio Capello pernah menukangi tim nasional Inggris dari tahun 2008 hingga 2010. Prestasinya tak terlalu baik, Capello hanya bisa mengantar The Three Lions berakhir di babak 16 besar Piala Dunia 2010.

4 Faktor Yang Bisa Membawa Kylian Mbappe Menangkan Ballon d’Or

4 Faktor Yang Bisa Membawa Kylian Mbappe Menangkan Ballon d’Or

1

Agen CBO855 – Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sudah tidak beraksi lagi di Piala Dunia usai Argentina dan Portugal tersingkir di 16 besar. Sementara itu Kylian Mbappe bersama Perancis sukses tampil memukau.

Di hari pertama 16 besar Perancis tampil baik, mereka bisa membalikkan skor dar 2-1 menjadi 4-3 melawan Argentina. Benjamin Pavard menyamakan kedudukan dan kemudian Mbappe mencetak dua gol memastikan kemenangan mereka.

Dari awal Mbappe memang sudah mencuri perhatian dan menjadi pemain yang krusial untuk Perancis. Bila penampilannya terus seperti ini, Ballon d’Or tidak akan jauh dari dia.

Tampil hebat di panggung dunia

Dengan segala hormat, Ligue 1 bukanlah liga dengan kualitas terbaik di dunia. Dibandingkan dengan Premier League dan La Liga, ini adalah liga yang jauh lebih lemah dan tidak begitu diperhitungkan sebagai liga besar Eropa lainnya. Jika Mbappe ingin menjadi penantang Ballon d’Or, dia tidak bisa melakukannya dengan tampil baik di Prancis.

Kita sudah melihat Ballon d’Or memutuskan oleh pertunjukan Piala Dunia di masa lalu, terutama dengan Fabio Cannavaro pada tahun 2006, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia setelah memimpin Italia ke Piala Dunia. Dia telah tampil di Liga Champions dengan Monaco dan PSG, tetapi sekarang mampu menampilkan bakatnya ke dunia dengan penampilannya yang brilian melawan Argentina, dan telah membuktikan dia bisa melakukannya di panggung besar.

Permainan menonjol di antara bintang dunia

Banyak orang fokus dia baru berusia 19 tahun, tetapi dia sudah menunjukkan kematangan dan ketenangan seseorang yang 10 tahun lebih tua darinya. Link Alternatif Sbobet Tidak banyak pemain di dunia yang mampu mendapatkan penalti di menit pembukaan melawan Argentina dan dia membuat Marcos Rojo dari Manchester United terlihat seperti seorang amatir mengingat betapa mudahnya melewatinya.

Di tim Prancis dengan orang-orang seperti Antoine Griezmann dan Paul Pogba, Mbappe telah menjadi bintang. Bahkan pembuka  fase grup, ketika Perancis berada di jalur yang benar, dia bersinar dan telah mempertahankan performa di fase knockout. Dia mencapai tujuannya dengan cemerlang, di atas panggung di mana banyak pemain hebat.

Kesempatan pimpin Perancis meraih trofi

Sering dikatakan Lionel Messi tidak dapat dianggap sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa karena dia tidak pernah memenangkan trofi internasional utama. Ronaldo memenangkan satu dan mungkin sekarang saatnya Mbappe juga. Jika Anda melihat kembali beberapa pemain terhebat yang telah kita lihat, mereka dipandang karena pencapaian di level internasional.

Diego Maradona dipandang sebagai salah satu, sepanjang masa, tetapi ia karier klubnya tidak istimewa dan di punya kontroversi di luar lapangan. Jika Mbappe dapat membawa Perancis ke Rusia, ia akan bergabung dengan nama-nama ini. Dia harus bersaing untuk ini dengan bintang utama Perancis Griezmann, Pogba, tetapi Mbappe bisa menonjol dan berkontribusi besar pada Perancis.

Kekuatan Messi dan Ronaldo berkurang

Terasa tidak adil mengatakan ini, tetapi setelah 10 tahun berada di posisi teratas, dua pemain terhebat di generasi mereka tidak seperti dulu. Tapi itulah masalahnya. Mereka masih merupakan pemain kelas atas dunia, tetapi kesenjangannya sudah dekat. Messi tidak mampu menghasilkan momen kecemerlangan yang sama seperti sebelumnya, sementara Ronaldo menjadi lebih irit lari dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan di level klub, sorotan tidak lagi tertuju pada Ronaldo setelah kemenangan Real Madrid di Liga Champions. Gareth Bale menjadi fokus perhatian setelah tendangan kerasnya yang sensasional. Cukup sederhana, sepakbola membutuhkan bintang baru dan tidak ada yang lebih baik daripada Mbappe.

 

Legenda Jerman Kritik Boateng Yang Lebih Peduli Dengan Gaya Rambutnya

Legenda Jerman Kritik Boateng Yang Lebih Peduli Dengan Gaya Rambutnya

4

Bandar Sbobet – Setelah Jerman angkat koper dari Rusia, Lothar Matthaus mengkritik Jerome Boateng yang ia sebut lebih peduli tentang penampilannya ketimbang performa untuk Jerman.

Anak asuh Joachim Low menunjukkan pertahanan yang buruk di Piala Dunia setelah mengalami kekalahan dari Meksiko dan Korea Selatan, yang memastikan kegagalan mereka untuk lolos dari Grup F.

Boateng hanya bermain dua kali dari tiga pertandingan fase grup, setelah kartu merah di pertandingan melawan Swedia. Dan legenda Jerman Matthaus tidak terkesan dengan penampilan Boateng, sebaliknya ia berpikir bek Bayern Munich itu harus mulai lebih fokus pada sepak bolanya.

“Untuk Boateng, menurut saya [pertanyaannya seharusnya] adalah apakah sepak bola atau apakah kacamata hitam dan anting-anting yang lebih penting baginya?” ujarnya.

“Pertama, semuanya harus terlihat benar di lapangan. Ini adalah tanda-tanda dari pengaruh luar, yang para penggemar tidak ingin lihat. Kami memperlakukan setiap pemain seperti ini, terutama jika penampilan di lapangan tidak benar. Tetapi mereka tidak melakukan itu dengan Boateng,” tambah Matthaus.

“Ia harus bertanya pada diri sendiri, apakah fokusnya ada pada sepak bola? Secara pribadi, saya tidak akan membawa seorang penata rambut bersama saya. Saya akan pergi ke penata rambut, tetapi di sini di Moskow,” lanjutnya.

Meskipun Jerman tersingkir lebih awal, Matthaus percaya bahwa pelatih kepala Low harus diberi kesempatan lebih panjang lagi. Link Alternatif Sbobet Menurutnya, pelatih itu hanya belum menemukan kombinasi yang tepat antara tim yang menjuarai Piala Dunia 2014 dan tim yang menjuarai Piala Konfederasi 2017.

“Dia belum menemukan campuran yang tepat antara tim juara dunia dan juara Piala Konfederasi,” tambahnya.

“Saya penggemar Joachim Low. Dia akan ditanyai di DFB, tetapi dia tidak akan dipecat. Dia tidak pantas menerima keputusan itu dan mereka akan menyerahkan masa depannya kepadanya,” pungkasnya.

Joachim Low memang belum bisa memunculkan performa terbaik dari timnya di turnamen Piala Dunia kali ini, dengan para pemain seperti Mesut Ozil, Manuel Neuer dan Thomas Muller dianggap menunjukkan permainan yang tidak memuaskan.