Lucas Vazquez: Juventus Marah karena Iri kepada Kami

Lucas Vazquez: Juventus Marah karena Iri kepada Kami

Judi Casino – Winger Real Madrid, Lucas Vazquez, menilai keberhasilan timnya melaju ke semifinal Liga Champions dalam delapan musim terakhir, membuat iri klub-klub lain terutama Juventus. Karena itu, Vazquez tak heran melihat personel Bianconeri –julukan Juventus– begitu marah usai laga yang mempertemukan timnya kontra Juventus di leg II perempatfinal Liga Champions 2017-2018.

Terhitung sejak musim 2010-2011, Los Blancos –julukan Madrid– selalu ambil bagian di semifinal Liga Champions. Akan tetapi ketimbang musim-musim sebelumnya, edisi 2017-2018 jadi yang paling dramatis bagi Madrid.

Sempat menang 3-0 pada leg I yang berlangsung di kandang Juventus, Madrid mengalami situasi sulit saat mentas di pertemuan kedua. Tampil di kandang sendiri yakni Santiago Bernabeu, Madrid tertinggal 0-3 hingga pertandingan memasuki menit 90. Jika skor itu bertahan hingga masa injury time berakhir, pertandingan akan dilanjutkan ke babak tambahan 2 x 15 menit.

Akan tetapi di menit kedua injury time, Juventus dihukum penalti setelah Mehdi Benatia dinilai melakukan pelanggaran terhadap Vazquez. Tidak senang dengan keputusan itu, kapten Juventus Gianluigi Buffon melalukan protes yang berujung dikeluarkannya kiper berusia 40 tahun itu dari lapangan.

Pada akhirnya, Madrid mendapatkan penalti yang mampu dieksekusi dengan baik oleh Cristiano Ronaldo. Link Sbobet Resmi Meski kalah 1-3, namun Madrid tetap lolos ke semifinal karena unggul agregat 4-3 atas Juventus. Selepas laga, pemain-pemain Juventus yang berada di lapangan hingga yang ada di bench terlihat emosi, atas keputusan wasit yang memberikan mereka hukuman penalti.

“Itu jelas penalti. Orang-orang memberikan banyak perhatian atas sesuatu yang telah terjadi. Penalti jadi lebih banyak dibahas di Spanyol ketimbang di Italia. Kami telah menyakiti banyak orang setelah memastikan lolos ke semifinal dalam delapan musim beruntun. Kami membuat orang-orang iri kepada kami,” kata Vazquez mengutip dari Calciomercato, Rabu (18/4/2018).

Selanjutnya di semifinal, Madrid akan bersua Bayern Munich. Dalam delapan musim terakhir, ini merupakan pertemuan ketiga mereka di semifinal Liga Champions. Pada dua edisi sebelumnya, Bayern dan Madrid saling mengalahkan. Pada 2011-2012 Bayern yang unggul, sementara di musim 2013-2014 giliran Madrid yang melaju ke partai puncak setelah menang agregat 5-0.

De Bruyne Puji Mentalitas Manchester City

De Bruyne Puji Mentalitas Manchester City

1

Judi Bola – Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne, telah memuji kekuatan mental yang dimiliki timnya usai meraih kemenangan dengan skor 3-1 saat berhadapan dengan Tottenham Hotspur pada pekan ke-34 Liga Inggris, Minggu (15/4/2018) dini hari WIB.

Manchester City sukses mencetak gol pembuka pada menit ke-22. Usai menerima umpan matang dari Vincent Kompany, Gabriel Jesus langsung melepas tembakkan keras yang membobol jala gawang Hugo Lloris.

Manchester City kembali diuntungkan dengan kartu kuning yang diberikan wasit setelah Lloris menjatuhkan Sterling di area kotak penalti. Gundogan selaku eksekutor tendangan penalti Man City berhasil menyarangkan gol kedua untuk timnya pada menit ke-25.

Spurs akhirnya mampu mengejar defisit satu gol pada menit ke-42. Memanfaatkan umpan yang baik dari Dembele, Eriksen melepas sepakan keras menuju gawang Tottenham. Awalnya bola masih berhasil dihalau dengan baik oleh Ederson Moraes, namun bola liar hasil pantulan kembali disapu Eriksen menuju gawang Man City.

Keajaiban kembali dibuat Manchester City pada menit ke-73. Link Alternatif Sbobet Memanfaatkan bola liar hasil tangkapan Lloris yang terlepas, Sterling dengan sigap melepas sepakan keras tepat ke pojo kiri bawah gawang Tottenham Hotspur.

“Kami berbicara sebelum pertandingan bahwa penampilan saat melawan Man United dan Liverpool sangat bagus. Kami pantas memenangkan pertandingan ini, tetapi itu tidak terjadi. Ini adalah sepakbola,” ucap De Bruyne, sebagaimana dilansir Soccerway, Minggu (15/4/2018).

“Hari ini kami mencetak gol dan kami bertahan lebih baik. Semua orang merasa itu berat, semua orang merasa sedikit lelah. Ini adalah pertandingan yang sulit bagi kami. Spurs tidak memiliki permainan selama seminggu. Itulah keuntungan yang mereka miliki. Ketangguhan mental yang dimiliki oleh tim ini sungguh tidak bisa dipercaya,” lanjutnya.

Kemenangan Manchester City dengan skor 3-1 saat berhadapan dengan Tottenham Hotspur sukses membuat klub besutan Josep Guardiola ini kian kuat bertengger di posisi pertama dengan 87 poin. Mereka menjadi klub terbaik Liga Inggris musim 2017-2018 denga memenangkan 28 pertandingan, tiga kali seri dan dua kali kekalahan dalam 33 pertandingan yang telah dimainkan.

Valverde Sebut Barcelona Kehilangan Semangat sejak Ditumbangkan AS Roma

Valverde Sebut Barcelona Kehilangan Semangat sejak Ditumbangkan AS Roma

Judi Sbobet – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, mengaku kesulitan untuk fokus mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di kompetisi Liga Spanyol. Ia menilai kekalahan melawan AS Roma di perempatfinal Liga Champions telah menyebabkan kekecewaan besar bagi timnya.

Raksasa Katalunya tersebut sukses mengalahkan Valencia dengan skor 2-1 pada pekan ke-32 Liga Spanyol di Camp Nou pada 14 April 2018. Kemenangan tersebut sukses memecahkan rekor Barcelona dengan 39 pertandingan tanpa kekalahan.

Tiga poin yang berhasil dikantongi anak asuk Ernesto Valverde sukses membuat Azulgrana –julukan Barcelona- kian mantap bertengger di puncak klasemen Liga Spanyol dengan 82 poin dan memiliki selisih 14 poin dari Atletico Madrid yang menghuni posisi kedua.

Valverde sendiri berpikir bahwa rekor tak terkalahkan yang berhasil dibuat klub bertabung pemain bintangnya tersebut merupakan sebuah sejarah yang sangat baik. Meski demikian, ia tetap menilai kekalahan dengan skor 3-0 saat berhadapan dengan AS Roma di leg kedua perempatfinal Liga Champions telah menghilangkan semua prestasi yang telah mereka miliki saat ini.

“Ini bukan sepekan untuk memikirkan rekor yang telah kami buat. Kami tidak membuat hal yang begitu penting. Yang lebih penting adalah kami bangkit setelah satu minggu yang sulit. Adapun rekor, itu adalah hal yang normal karena setiap pemain memang harus memecahkan rekor,” tegas Valverde, sebagaimana dilansir dari Soccerway, Minggu (15/4/2018).

“Itu adalah kemenangan yang fundamental dalam banyak hal. Pertama-tama, saya senang dengan tiga poin. Kami membutuhkan 10 poin untuk memenangkan liga dan sekarang tujuh dengan hanya 18 poin untuk dimainkan,” lanjutnya.

Meski mengalami kekalahan memalukan saat melawan AS Roma, Link Alternatif Sbobet namun Valverde mengaku senang dengan respon dari para pemainnya yang memang sedikit kehilangan semangat dalam beberapa hari terakhir.

“Saya juga senang dengan Minggu yang kami miliki saat ini. Suasana di sekitar klub pada pekan ini telah sedikit suram dan kami perlu mengeremnya. Dalam hal itu, saya harus memberi selama kepada para pemain karena ini bukanlah hal yang mudah. Sensasinya adalah kami gagal, dan telah mengecewakan pendukung. Namun, kami harus menunggu dan tidak melupakan apa yang masih bisa kami capai di musim ini,” tuntasnya.

Klopp Senang Liverpool Jumpa Roma di Semifinal Liga Champions

Klopp Senang Liverpool Jumpa Roma di Semifinal Liga Champions

Taruhan Maxbet – Liverpool akan berjumpa dengan AS Roma pada babak semifinal Liga Champions 2017-2018. Liverpool patut senang atas hasil undian tersebut, karena mereka memiliki rekor bagus dan kenangan indah kala bertemu Roma.

Undian semifinal Liga Champions 2017-2018, telah usai dilakukan di Nyon, Swiss, Jumat 13 April 2018. Banyak publik yang mengatakan, hasil undian ini menguntungkan Liverpool. Bagaimana tidak, Roma di atas kerta lebih lemah dibandingkan Real Madrid atau pun Bayern Munich.

Selain fakta tersebut, Liverpool juga diuntungkan oleh rekor pertemuan antara kedua tim. Dari total lima pertemuan yang terjadi di antara kedua tim itu. Liverpool keluar sebagai pemenang sebanyak tiga kali, sedangkan Roma hanya mampu menang satu kali, dan sisanya berakhir imbang. Akan tetapi, satu kemenangan I Lupi  –julukan Roma– diraih di kandang Liverpool, Anfield Stadium.

Selain memiliki rekor yang bagus kala berjumpa Roma, Liverpool juga memiliki kenangan indah kala berlaga di Stadio Olimpico. Pada final Piala Champions (sebelum berganti nama menjadi Liga Champions) musim 1976-1977 dan 1983-1984, Liverpool menjadi juara. Bahkan, pada final musim 1983-1984, Liverpool menjadi juara setelah mengalahkan Roma.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp pun mengaku senang akan hasil undian terebut. Menilik pada sejarah pertemuan kedua tim, maka Liverpool memiliki kesempatan untuk dapat lolos ke partai final Liga Champions 2017-2018. Link Sbobet 2018 Akan tetapi, klopp juga menekankan bahwa pentingnya bagi The Reds –julukan Liverpool– untuk tetapi serius dan fokus menghadapi Roma. Hal itu dikarenakan sejarah yang dulu terukir tidak sama dengan kondisi saat ini.

“Terima kasih Tuhan, Roma masihlah Roma. Itu adalah tempatnya, dan ini bukan masalah siapa yang membuat sejarah tersebut. Saya menyukai sejarah kami, tetapi itu tidak bisa dibandingkan dengan kondisi saat ini,” ungkap Klopp seperti yang diwartakan Sportskeeda, Sabtu (14/4/2018).

Sejarah memang memihak kepada Liverpool, akan tetapi kondisi saat ini telah berbeda. Roma yang secara mengejutkan mampu menyingkirkan raksasa Spanyol, Barcelona, pada babak perempatfinal Liga Champions, tidak boleh dipandang sebelah mata. Dalam babak semifinal ini, Liverpool berkesempatan menjadi tuan rumah terlebih dahulu.

Alasan Liverpool Layak Juarai Liga Champions 2017-2018

Alasan Liverpool Layak Juarai Liga Champions 2017-2018

Agen Casino021 – Pesepakbola legenda Tim Nasional (Timnas) Inggris, Paul Ince, menilai Liverpool layak menjuarai Liga Champions 2017-2018. Penampilan impresif yang ditunjukkan Liverpool saat menyingkirkan Manchester City di perempatfinal, jadi alasan Ince menjagokan klub yang pernah dibelanya dalam kurun 1997-1999.

Setelah absen lolos ke semifinal Liga Champion sejak 2007-2008, The Reds –julukan Liverpool– akhirnya ambil bagian di fase tersebut pada musim ini. Dalam perjalanannya menuju semifinal, klub asuhan Jurgen Klopp melaluinya dengan catatan memukau.

Dari 10 pertandingan, Mohamed Salah dan kawan-kawan tidak terkalahkan dengan koleksi enam menang dan empat imbang. Bahkan Liverpool tercatat sebagai klub terproduktif dengan raihan 33 gol, atau rata-rata 3,3 gol per pertandingan.

“Tanpa ragu, saya sebut Liverpool bisa menjuarai Liga Champions musim ini. Liga Champions adalah kompetisi yang diperuntukkan bagi mereka. Tak ada klub yang tampil seimpresif Liverpool di perempatfinal,” kata Ince kepada Paddy Power, Jumat (13/4/2018).

Dalam pandangan Ince, Real Madrid tampil memukau pada leg I perempatfinal Liga Champions saat bersua Juventus. Saat itu, Los Blancos –julukan Madrid– menang 3-0 atas Juventus di Stadion Allianz.

Akan tetapi, penampilan mentereng Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan sama sekali tak berbekas pada laga leg II yang berlangsung di kandang sendiri. Klub asuhan Zinedine Zidane itu sempat tertinggal 0-3, sebelum akhirnya ditolong penalti Ronaldo pada masa injury time.

Ketika memasuki perempatfinal, Ince sudah memprediksi Liverpool akan menjadi kampiun. Akan tetapi, pria berusia 50 tahun itu menilai The Citizens –julukan Man City– dapat memberikan batu sandungan kepada Liverpool. Link Sbobet 2018 Sebab pada pekan keempat Liga Inggris 2017-2018, Man City sempat mengalahkan Liverpool 5-0 di Stadion Etihad.

Akan tetapi secara luar biasa, Man City justru dibuat tak berkutik oleh Liverpool. Dalam dua pertemuan, Liverpool selalu menang hingga akhirnya unggul agregat 5-1 atas Manchester Biru.

“Saya tahu banyak orang bereaksi setelah mendengar pernyataan saya ini. Namun, saya pikir Liverpool adalah klub tersisa yang memiliki peluang menjadi juara. Sebab, mereka memiliki lini serang yang luar biasa,” tutup Ince yang juga pernah berseragam Manchester United itu.

Liverpool Pilih Bertemu Roma di Semifinal Liga Champions

Liverpool Pilih Bertemu Roma di Semifinal Liga Champions

2

Agen CBO855 – Pesepakbola legenda Liverpool, Jamie Carragher, berharap eks timnya itu bertemu AS Roma di semifinal Liga Champions 2017-2018. Carra –sapaan akrab Carragher– menilai, Roma jadi lawan yang paling realistis untuk dikalahkan ketimbang harus bertemu Real Madrid atau Bayern Munich.

The Reds –julukan Liverpool– melaju ke semifinal Liga Champions 2017-2018 setelah mengalahkan Manchester City dengan agregat 5-1. Liverpool bisa dibilang klub paling atraktif di Liga Champions 2017-2018. Bagaimana tidak, Liverpool berstatus sebagai klub terproduktif dengan koleksi 33 gol dari 10 pertandingan, atau rata-rata 3,3 gol per laga.

Tidak sampai di situ, Liverpool juga belum mengalami kekalahan musim ini. Dari 10 pertandingan, Mohamed Salah dan kawan-kawan mengemas enam menang dan empat imbang. Sementara itu, Roma saat ini berstatus sebagai semifinalis Liga Champions 2017-2018 dengan catatan terburuk.

Dari 10 pertandingan, klub asuhan Eusebio Di Francesco itu hanya mengemas lima menang, dua imbang dan tiga kalah. Selain itu ketimbang Madrid dan Bayern, Roma merupakan klub yang paling minim pengalaman untuk tampil di semifinal Liga Champions.

Sekadar informasi sebelum musim ini, terakhir kali Roma mentas di semifinal Liga Champions ialah pada musim 1983-1984. Link Sbobet 2018 Melihat catatan di atas itulah, Carra berharap Liverpool bertemu Roma. Carra juga meyakini, Roma pun berharap bertemu Liverpool ketimbang Madrid atau Bayern.

“Saya berharap Liverpool menghadapi Roma. Sebab Madrid dan Bayern memiliki lebih banyak pengalaman di Eropa. Bagi Liverpool, sulit bagi mereka untuk mengalahkan Madrid atau Bayern di semifinal,” kata Carragher mengutip dari Liverpool Echo, Jumat (13/4/2018).

Meski begitu, Liverpool tidak boleh meremehkan Giallorossi –julukan Roma. Klub asuhan Eusebio Di Francesco itu mampu menyingkirkan Barcelona di perempatfinal. Setelah kalah 1-4 pada leg I, secara mengejutkan Edin Dzeko dan kawan-kawan menumbangkan Barcelona 3-0 di pertemuan kedua. Alhasil, Roma pun lolos ke semifinal setelah unggul agresivitas gol tandang atas Blaugrana.

Selain itu, Roma juga berpengalaman mengalahkan klub Inggris di Liga Champions musim ini. Mereka melakukannya sata bertemu Chelsea di fase grup. Setelah imbang 3-3 di kandang Chelsea, Roma menang 3-0 di Stadion Olimpico. Karena itu sebenarnya, semua semifinalis Liga Champions musim ini merupakan tim kuat.

Wenger Apresiasi Respons Arsenal saat Kontra CSKA Moskow

Wenger Apresiasi Respons Arsenal saat Kontra CSKA Moskow

Agen Joker123 – Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, memberi pujian atas penampilan anak asuhnya ketika mampu menahan CSKA Moskow pada leg II perempatfinal Liga Eropa di VEB Arena, Jumat (13/4/2018) dini hari WIB. Arsenal yang harusnya dapat dengan mudah melaju ke semifinal Liga Eropa 2017-2018, harus berusaha keras untuk mendapatkan hasil imbang dari CSKA.

Wenger mengakui hasil pertandingan kali ini sangat mencerminkan perjuangan anak asuhnya untuk melaju ke fase semifinal Liga Eropa 2017-2018. Meski tertinggal dua gol, Arsenal mampu bangkit untuk menyamakan kedudukan ketika pertandingan akan berakhir.

“Itu adalah respons yang baik dari kami setelah turun minum, pada babak pertama jarak terlalu besar. Dalam kondisi 2-1 kami melihat kesempatan untuk membuat kedudukan menjadi 2-2. Pada akhirnya, kami mampu melakukan hal itu,” ungkap Wenger, seperti yang diwartakan Sportsmole, Jumat (13/4/2018).

Wenger juga menekankan jika babak pertama pertandingan tidak berjalan sesuai rencananya. Perubahan dilakukan dengan menempatkan lima pemain di lini pertahanan Arsenal. Hal itu dilakukan guna mempersempit ruang dari pemain-pemain CSKA. Hasil dari perubahan strategi itu ialah gawang Arsenal yang dijaga Petr Cech tidak mendapatkan banyak ancaman.

“Kami dalam tekanan pada babak pertama. Akan tetapi setelah menempatkan lima pemain untuk bertahan, gawang kami tidak mendapatkan banyak ancaman. Ancaman dari mereka hanya hadir dari tendangan jarak jauh, tetapi dalam kotak penalti kami tidak memberikannya kesempatan,” lanjut pelatih berusia 68 tahun tersebut.

Babak pertama pertandingan leg II perempatfinal Liga Eropa dini hari tadi memang tidak memihak pada Arsenal awalnya. Link Sbobet 2018 Setelah unggul agregat 4-1 pada leg I, tim asuhan Wenger itu harus menerima fakta bahwa CSKA memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan atau pun membuat come back.

Babak pertama berakhir 1-0 bagi tuan rumah setelah Fedor Chalov membobol gawang Cech menit ke-35. Ketika babak kedua baru berjalan lima menit, giliran Kiril Nababkin memeperlebar jarak dengan golnya.

Beruntung dua gol yang dicetak oleh masing-masing dari Danny Welbeck menit ke-75 dan Aaron Ramsey menit ke-91, mampu menyamakan kedudukan. Terutama untuk gol Ramsey pada menit ke-91 mampu mengubur harapan CSKA untuk melaju ke fase semifinal Liga Eropa 2017-2018 dengan keunggulan agregat 6-3.

Zidane Kecewa atas Performa Madrid di Laga Kontra Juventus

Zidane Kecewa atas Performa Madrid di Laga Kontra Juventus

5

Situs Judi Maxbet – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mengaku senang akan kelolosan timnya ke fase semifinal Liga Champions 2017-2018. Akan tetapi, Zidane juga mengkritik permainnan anak asuhnya sepanjang pertandingan, terutama babak pertama.

Bagaimana tidak, baru dua menit pertandingan babak pertama berjalan, gawang Keylor navas harus dibobol oleh Mario Mandzukic. Penderitaan Madrid kembali bertambah ketika Mandzukic kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-37. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan Juventus atas tim tuan rumah.

Guna mengubah permainan timnya dan memperbaiki keadaan, Zidane pun menarik keluar Gareth Bale dan Casemiro. Pelatih asal Prancis itu memasukkan Lucas Vasquez serta Marco Asensio untuk menambah daya gedor El Real. Zidane menekankan jika pergantian dua pemain itu bukan merupakan hukuman karena tidak tampil maksimal. Akan tetapi, lebih dikarenakan oleh kebutuhan tim dalam permainan.

“Saya harus melakukan pergantian pemain, karena saya tidak senang dengan bagaimana cara kami bermain. Itu bukan hukuman bagi Gareth (Bale) dan Casemiro. Saya hanya tidak suka bagaimana cara tim bermain secara keseluruhan,” ungkap Zidane seperti yang diwartakan Footballitalia, Kamis (12/4/2018).

Namun, pergantian pemain yang dilakukan Zidane pada awal babak kedua tidak dapat mengubah jalannya pertandingan. Link Sbobet Resmi Sama halnya seperti babak pertama, Los Galacticos hanya mampu menguasai pertandingan tanpa melakukan ancaman berarti ke gawang Gianluigi Buffon.

Ketika pertandingan memasuki pertengahan babak kedua, justru tim tamu yang dapat menambah gol kembali melaui kaki Blaise Matuidi. Bola yang terlepas dari tangkapan Keylor navas, ketika menangkap umpan panjang Douglas Costa, mampu dimasukkan ke dalam gawang oleh Matuidi menit ke-60. Melihat kondisi yang semakin tidak menguntungkan, Zidane memasukkan Mateo Kovacic guna menggantikan Luka Modric.

“Saya tidak terlalu suka atas apa yang terjadi di babak pertama. Kami tidak memiliki kemampuan untuk mencetak gol, dan tidak terlalu banyak pula di babak kedua. Akan tetapi, kami masih memiliki pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan,” tutur pelatih berusia 45 tahun tersebut.

Beruntung bagi tim tuan rumah wasit yang memimpin pertandingan, memberikan penalti di masa injury time. Penalti tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Cristiano Ronaldo. Satu gol dari CR7 itu mampu membuat Madrid mengamankan posisi mereka di semifinal Liga Champions 2017-2018.

Penyebab Barcelona Takluk dari AS Roma

Penyebab Barcelona Takluk dari AS Roma

Agen Tangkasnet – Gelandang Barcelona, Sergio Busquets, membeberkan penyebab timnya takluk dari AS Roma di laga leg II babak perempatfinal Liga Champions 2017-2018 yang digelar Rabu (11/4/2018) dini hari WIB. Menurut Busquets, semua itu terjadi karena pemain Barcelona melakukan beberapa kesalahan.

Busquets menilai pemain Barcelona tidak dapat memanfaatkan setiap peluang yang diraihnya dengan baik. Padahal, di sepanjang pertandingan yang digelar di markas Roma, Stadio Olimpico, itu, Barcelona mendapatkan banyak peluang.

Beberapa peluang juga didapatkan pemain bintang Barcelona, Lionel Messi. Namun, La Pulga –julukan Messi– tidak dapat mengeksekusi dengan baik peluang-peluang yang diraihnya pada pertandingan tersebut.

Dengan kondisi ini, Barcelona pun tak bisa berbuat banyak. Link Sbobet 2018 Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan wasit, tidak ada satu pun gol yang berhasil disarangkan pemain Barcelona ke gawang Giallorossi –julukan Roma.

“Kami tidak memosisikan diri dengan baik. Itulah sebabnya, mereka menang dan kami tidak. Mereka adalah tim yang lebih baik pada pertandingan ini,” ujar Busquets, sebagaimana dikutip dari Football Italia, Rabu (11/4/2018).

“Tentu saja, ini menjadi pukulan terburuk bagi karier saya di Barcelona? Kami memulai pertandingan dengan performa yang sangat bagus, tapi sayangnya ini telah memangkas semua kerja keras kami yang bagus, ” lanjutnya.

“Kerja keras kami di lapangan sirna karena kekalahan ini. Kami harus pergi untuk meraih semua trofi yang tersisa. Ini bukan musim yang buruk jika kami berhasil memenangkannya, meski sudah ternoda oleh kekalahan atas Roma,” tutur pemain berpaspor Spanyol tersebut.

Permainan apik memang ditunjukkan para pemain Roma di laga leg II babak perempatfinal Liga Champions 2017-2018 ini. Dengan penampilan yang gemilang, para pemain Roma bisa menghalau serangan yang dilancarkan Barcelona dan mencetak tiga gol ke gawang Barcelona. Kemenangan 3-0 yang diraih Roma membuat mereka memastikan diri melangkah ke babak semifinal karena unggul perolehan gol tandang, meski pertandingan berakhir dengan agregat gol 4-4.

Potensi Guardiola Rombak Pertahanan saat Man City Jamu Liverpool

Potensi Guardiola Rombak Pertahanan saat Man City Jamu Liverpool

2

Taruhan Casino – Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, disebut-sebut akan merombak komposisi bek tengah timnya saat menjamu Liverpool di leg II perempatfinal Liga Champions 2017-2018, Rabu 11 April 2018 dini hari WIB. Hal itu berpotensi dilakukan Guardiola karena dalam dua laga terakhir, gawang The Citizens –julukan Man City– kemasukan enam gol.

Man City memiliki pertahanan kukuh musim ini. Ambil contoh di Liga Inggris 2017-2018, yang mana mereka baru kemasukan 24 kali dari 32 penampilan, atau yang terendah dibanding 19 kontestan lainnya.

Akan tetapi, kekukuhan gawang Man City yang dikawal Ederson Moraes seakan tak berbekas saat mentas di leg I perempatfinal Liga Champions kontra Liverpool, dan juga Manchester United di pekan 33 Liga Inggris akhir pekan lalu. Pada leg I kontra Liverpool, gawang Man City kemasukan tiga kali hingga akhirnya takluk 0-3.

Selanjutnya saat bertemu Man United tiga hari berselang, lagi-lagi Man City kebobolan tiga gol dan pada akhirnya takluk 2-3. Saat itu, bukan Ederson yang menjadi sorotan. Duet bek tengah Man City, Vincent Kompany dan Nicolas Otamendi yang dinilai tak mampu mengatasi pergerakan dari pemain-pemain lawan.

Akan tetapi ketimbang Kompany, Link Alternatif Sbobet Otamendi lebih berpeluang untuk digeser ke bangku cadangan saat menghadapi Liverpool dini hari nanti. Bek berpaspor Argentina itu membuat beberapa blunder saat Man City dikalahkan Man United, terutama gol ketiga Setan Merah yang dicetak Chris Smalling.

Saat itu, Otamendi melepas Smalling sehingga bek Tim Nasional (Timnas) Inggris itu membobol gawang Man City, usai menerima umpan tendangan bebas Alexis Sanchez. Aymeric Laporte dan John Stones jadi dua pemain yang berpotensi menggantikan posisi Otamendi. Meski begitu, Guardiola memuji Otamendi sebagai bek tangguh.

“Mungkin saya sudah memiliki ide soal apa yang akan kami lakukan di laga nanti. Akan tetapi dalam kasus Nico (Otamendi), ketika seorang pemain melakukan apa yang ia bisa lakukan, yang bisa kami lakukan adalah mendekat dengannya. Sebab Nico tidak hanya memiliki kualitas, namun juga mentalitas,” kata Guardiola mengutip dari Sportsmole, Selasa (10/4/2018).

Pertahanan rapat memang wajib ditunjukkan Man City di laga nanti. Sebab untuk lolos ke semifinal, Manchester Biru wajib menang empat gol tanpa balas atas Liverpool racikan Jurgen Klopp.