Conte Mengklaim Chelsea Bisa Bermain Menyerang, Namun Ada Syaratnya

Conte Mengklaim Chelsea Bisa Bermain Menyerang, Namun Ada Syaratnya

4

Agen Bola – Antonio Conte mengklaim bahwa Chelsea tidak memiliki pemain yang siap bermain dengan gaya sepak bola yang lebih luas setelah mereka menunjukkan performa defensif di pertandingan melawan Manchester United di final Piala FA.

Eden Hazard memecah kebuntuan di Wembley melalui tendangan penaltinya di menit ke-22 dan Chelsea menghabiskan sebagian besar sisa pertandingan itu untuk mempertahankan keunggulan mereka, dengan Antonio Rudiger akhirnya mendapatkan penghargaan man of the match.
Tergantung komposisi skuat

Setelah pertandingan itu, Link Sbobet 2018 Hazard memperingatkan bahwa Chelsea harus lebih ambisius dalam pendekatan mereka jika mereka ingin memenangkan piala di masa depan, tetapi Conte bersikeras bahwa rencana bermainnya harus disesuaikan dengan para pemain yang saat ini ada di tangannya.

“Saya dapat menemukan cara yang tepat untuk memenangkan trofi ini, tetapi pasti jika Anda bertanya kepada saya, kami bisa bermain lebih baik. Kami bisa bermain lebih baik tetapi sekarang, situasi sebenarnya dari klub ini adalah ini. Kami harus bermain defensif jika kami ingin memenangkan trofi atau mengambil tempat di Liga Champions,” ujar Conte.

“Mungkin kami gagal lolos ke Liga Champions musim depan karena kami berusaha bermain sangat terbuka, dan saat ini kami tidak bisa melakukan itu. Kebobolan tiga gol dalam tujuh pertandingan musim ini berarti kami tidak memiliki stabilitas. Tim hebat tidak kebobolan empat gol melawan Watford,” tambahnya.

“Hari ini kami memainkan satu-satunya cara untuk mengangkat trofi. Sekarang kami ada di saat seperti ini. Jika kami ingin berubah, kami dapat mengubah ide kami, tetapi kami harus mengubah banyak pemain,” lanjutnya.

“Kami harus jujur ​​di musim ini. Gunung yang harus kami daki sangat tinggi tetapi kami mampu mengakhirinya dengan trofi penting. Musim lalu meski kami menang di liga, kami tidak bisa melakukan ini [memenangkan Piala FA],” ujarnya.

Conte diperkirakan akan meninggalkan Chelsea dalam beberapa hari mendatang di tengah ketegangan yang sudah berlangsung lama dengan petinggi klub menyangkut kebijakan transfer mereka, ditambah dengan penurunan prestasi The Blues sejak pergantian tahun.

Arsenal Harus Datangkan Banyak Pemain Agar Bisa Bersaing

Arsenal Harus Datangkan Banyak Pemain Agar Bisa Bersaing

3

Agen Sbobet – Legenda Newcastle United dan Blackburn Rovers, Alan Shearer tak setuju dengan pernyataan Arsene Wenger pada pekan lalu yang mengatakan manajer Arsenal selanjutnya hanya perlu melanjutkan pekerjaaanya tanpa perlu membeli banyak pemain.

Menurut Shearer saat ini skuat The Gunners tak terlalu kompetitif. Bahkan eks striker tajam itu menyarankan Arsenal untuk membeli paling tidak tujuh pemain baru agar bisa kembali menjadi tim kuat.

“Sulit untuk menggambarkan betapa mengecewakannya Arsenal musim ini selain memahami bahwa mereka selalu melakukan itu,” ujar Shearer.

“Ini tentu memalukan bagi mereka yang tampil sangat buruk terutama saat menjalani laga away di tahun 2018. Pelatih baru nanti memiliki pekerjaan berat menunggunya dan dia akan membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan kejayaan Arsenal.”

“Saya dengar Arsene Wenger berkata bahwa tim ini hanya butuh dua pemain lagi untuk meraih gelar juara tapi mereka jelas membutuhkan lebih banyak dari itu. Mereka setidaknya membutuhkan enam atau tujuh pemain untuk bersaing,” imbuh Shearer.

“Jika Wenger sungguh memercayai kualitas timnya maka mudah untuk membuktikan bahwa mereka jauh berada di posisi keenam klasemen,” tandas Shearer.

Namun, sebelum melakukan belanja besar-besaran, Arsenal harus lebih dulu menentukan sosok yang akan menjadi manajer mereka di musim depan. Link Sbobet 2018 Hingga kini hal itu masih belum menemui titik terang.

Herrera Ungkap Resep Sukses Manchester United Matikan Pergerakan Hazard

Herrera Ungkap Resep Sukses Manchester United Matikan Pergerakan Hazard

1

Agen Judi Bola – Gelandang Manchester United Ander Herrera meyakini timnya bisa menghentikan pergerakan Eden Hazard saat Setan Merah lawan Chelsea di final Piala FA.

Jose Mourinho memberi Herrera tugas yang tidak menyenangkan yaitu menjaga pergerakan Hazard saat Manchester United meraih kemenangan dengan skor 2-0 melawan Chelsea di Old Trafford April lalu. Usai laga pemain asal Spanyol itu diganjar Man of the Match.

Manchester United akan menghadapi Chelsea di final Piala FA Sabtu (19/5) di Wembley. Mourinho kemungkinan akan meminta Herrera untuk melakukan pekerjaan serupa setelah kesuksesannya di pertandingan sebelumnya.

Namun Herrera menegaskan bahwa dia hanya satu dari beberapa alasan meredupnya Hazard. Baginya Manchester United membutuhkan usaha dari seluruh tim untuk membuat Harzard gagal menjalankan tugasnya dalam membantu serangan The Blues.

“Jika kami ingin menghentikannya, kami membutuhkan usaha dari semua pemain, seperti yang kami lakukan di Old Trafford,” ujar Herrera kepada  Graham Hunter.

“Saya tahu saya adalah protaganist setelah pertandingan, itu karena saya yang bertugas untuk menjaganya. Tetapi jika Jesse dan Marcus, serta Felli dan Paul, yang ada di depan saya, tidak melakukan tugas mereka dengan baik, Hazard akan menerima pasokan bola,” tambahnya.

“Mereka bermain dengan tiga pemain bertahan dan Jesse serta Marcus tidak membiarkan para pemain bertahan Chelsea bermain dengan mudah dan kemudian para pemain itu akan kesulitan untuk memberikan umpan kepada Hazard atau Willian,” lanjutnya.

“Saya tahu bahwa diri saya ada di halaman depan keesokan harinya, tetapi pujian layak diberikan kepada Marcus, Jesse, Paul, dan Fellaini. Mereka berada di depan saya, dan menghentikan bola yang mengarah ke Hazard,” ujar Herrera.

Lukaku berjuang pulih

Menjelang pertandingan melawan Chelsea, Manchester United akan menunggu kebugaran Romelu Lukaku. Link Sbobet Resmi Pemain asal Belgia itu masih berada dalam masa pemulihannya dari cedera pergelangan kaki.

Striker itu baru mulai melakukan joging beberapa hari yang lalu dan mungkin ia harus puas dengan tempat di bangku cadangan di Wembley. Ketidakhadirannya bisa membuat Alexis Sanchez atau Marcus Rashford menjadi starter di pertandingan mendatang.

Di Francesco Ingin Roma Tiru Juventus

Di Francesco Ingin Roma Tiru Juventus

Judi Tbsbet – AS Roma memiliki laga krusial kala mereka menjamu Juventus dalam lanjutan pekan ke-37 Liga Italia 2017-2018 pada Senin 14 Mei 2018 dini hari WIB. Meski timnya cukup difavoritkan untuk mengamankan tiga angka lantaran bertindak sebagai tuan rumah, namun Pelatih Roma, Eusebio Di Francesco, justru tidak begitu yakin.

Hal tersebut dikarenakan Di Francesco memahami buruknya rekor pertandingan Roma kala berlaga di kandang mereka sendiri, Olimpico Stadium. Pada musim ini misalnya, dari tujuh kekalahan yang didapat Roma di ajang Liga Italia, enam di antaranya tercipta di Olimpico. Keenam kekelahan tersebut masing-masing didapat dari Inter Milan, Napoli, Atalanta, Sampdoria, AC Milan, dan Fiorentina.

Maka dari itu, Di Fransesco menyebut bahwa Roma masih membutuhkan banyak perbaikan di berbagai area, meski musim ini mereka tampil luar biasa di Liga Champions. Pelatih asal Italia itu meminta anak-anak asuhnya untuk meniru Juventus yang memiliki rekor mentereng kala berlaga di kandang, utamanya sejak ditangani Massimilano Allegri.

Tercatat, sejak ditangani Allegri pada musim panas 2014, hingga saat ini Juve baru mengalami kekalahan sebanyak tiga kali dalam pertandingan kandang mereka di Liga Italia. Link Alternatif Sbobet Di Francesco menilai kalau timnya bisa memperbaiki performanya di kandang, maka bukan tak mungkin Roma akan menjadi penantang dalam perebutan gelar juara Liga Italia.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Roma selalu berada satu langkah di belakang. Kami harus melakukan peningkatan di banyak area dan memperkuat skuad, di mana kami kekurangan itu. Langkah terbesar ke depan adalah jika kami memperlakukan setiap pertandingan dengan cara yang sama, sesuatu yang Juventus sangat ahli dalam hal itu,” ujar Di Francesco, seperti dilansir Sportskeeda, Minggu (13/5/2018).

“Kami mengalami terlalu banyak kekalahan di kandang dalam gelaran Liga Italia, namun tidak di Liga Champions, dan lagi itu merupakan bagian dari proses pertumbuhan, mengubah Olimpico Stadium menjadi benteng. Juventus membangun sebagian besar gelar juara mereka dengan rekor pertandingan kandang yang kuat,” lanjutnya.

“Target utamanya adalah untuk tampil di Liga Champions musim depan, baik karena prestise dan juga menumbuhkan mentalitas. Ini bukan mengirim pesan ke tim lain, namun kepada diri kami sendiri dan untuk membangun membantu ambisi kami. Saya pikir Roma telah tumbuh besar selama setahun terakhir, tapi masih ada jalan panjang untuk dilalui,”  tandas Di Francesco.

Allegri: Roma vs Juventus Selalu Jadi Pertandingan Besar

Allegri: Roma vs Juventus Selalu Jadi Pertandingan Besar

5

Judi Maxbet – Juventus bakal bertandang ke markas AS Roma dalam lanjutan pekan ke-37 Liga Italia 2017-2018. Laga tersebut merupakan laga yang menentukan bagi Juve, di mana jika mereka berhasil meraih poin, maka gelar Scudetto musim ini dipastikan menjadi milik mereka. Namun demikian, Pelatih Juve, Massimiliano Allegri, enggan memandang remeh lawannya tersebut.

Meskipun di musim ini Juve tetap mempertahankan dominasinya menguasai Liga Italia, namun Allegri memandang Roma sebagai sebuah tim yang tangguh. Maklum saja, pasalnya Roma merupakan tim asal Italia yang melangkah paling jauh dalam gelaran Liga Champions musim ini, yakni hingga semifinal.

Selain itu, pada laga nanti, Roma juga bakal bertanding di hadapan para pendukungnya sendiri yang memadati Olimpico Stadium. Hal tersebut dinilai Allegri akan membuat timnya mengalami kesulitan. Ditambah lagi, para pemain Roma juga disebutnya memiliki kondisi fisik yang kuat.

Tidak hanya di musim ini saja, namun Allegri menyebut bahwa pertandingan melawan Roma di setiap musimnya selalu menjadi pertandingan besar. Hal itu tentunya tak bisa dilepaskan dari sejarah yang dimiliki Roma sendiri, yakni sebagai salah satu klub dari Magnificent Seven Liga Italia.

“Roma vs Juventus selalu menjadi pertandingan besar dan kami akan bermain di tadion yang penuh dari apa yang saya dengar. Ini akan menjadi momen spesial, mereka memiliki para suporter yang bersemangat dan mereka merupakan tim yang telah menikmati laga hebat di Liga Champions,” terang Allegri, seperti dilansir laman resmi Juventus, Minggu (13/5/2018).

Lebih lanjut, Allegri pun memuji pelatih Roma, Eusebio Di Francesco, yang dinilainya telah melakukan tugas luar biasa pada musim pertamanya menangani tim berjuluk I Lupi itu. Link Alternatif Sbobet Ia tak ragu menyebut kalau Di Francesco merupakan salah satu pelatih muda terbaik yang ada saat ini.

“Secara fisik mereka tim yang kuat dan diolah sangat baik oleh pelatih mereka. Eusebio Di Francesco telah melakukan pekerjaan yang fantastis di sana dan tidak mudah untuk mendapatkan hasil yang dia peroleh, utamanya menembus semifinal Liga Champions. Tidak diragukan, dia adalah salah satu pelatih muda terbaik dalam sepakbola,” pungkas Allegri.

Jones Akui Man United Tak Berjuang Maksimal pada Musim Ini

Jones Akui Man United Tak Berjuang Maksimal pada Musim Ini

Agen Judi Maxbet – Bek Manchester United, Phil Jones, mengakui timnya tidak bekerja secara maksimal pada musim ini. Akibatnya, Man United pun harus kehilangan banyak kesempatan untuk merebut gelar juara.

Salah satunya di Liga Inggris. Di kompetisi sepakbola tertinggi Negeri Ratu Elizabeth itu, Man United gagal merebut gelar juara karena tak dapat mengejar torehan Manchester City yang keluar sebagai kampiun.

Alhasil, The Red Devils –julukan Man United– harus puas keluar sebagai runner-up di Liga Inggris 2017-2018. Sebab, Man United hanya dapat mengumpulkan 78 poin dari 37 pertandingan yang telah dilakoninya pada musim ini.

Kondisi ini tentu saja sangat disayangkan oleh para pemain Man United, termasuk Jones. Menurut pemain berpaspor Inggris itu, timnya memiliki peluang besar untuk keluar sebagai kampiun jika berjuang sekuat tenaga melakoni setiap laga.

Meski begitu, Jones menilai tetap ada sisi positif yang dapat diambil dari kegagalan Man United pada musim ini. Link Sbobet 2018 Pemain berusia 26 tahun itu menilai perkembangan pesat tetap dapat ditunjukkan tim asuhan Jose Mourinho itu, meski gagal merebut gelar juara.

Kondisi ini tentu saja menjadi hal yang berharga bagi Man United. Jones mengaku perkembangan pesat ini dapat menjadi modal mereka untuk melangkah ke musim selanjutnya. Dengan begitu, Man United bisa membayar kegagalan mereka pada musim depan.

“Ini memang bukan musim yang ideal. Kami belum mengumpulkan poin sebanyak yang kami inginkan, kami telah kehilangan poin yang seharusnya tidak kami lakukan dan itu akhirnya menyebabkan kesenjangan antara kami dan Man City,” ujar Jones, sebagaimana dikutip dari Sportsmole, Sabtu (12/5/2018).

“Ketika kami mengalami kemunduran, kami selalu mengingat musim-musim di mana kami bisa memenangkan liga. Kami berhasil meraih poin musim ini, tapi saya pikir kami belum melakukannya dengan maksimal. Tetapi, saya pikir kami telah menuju ke arah yang benar dan maju sebagai sebuah tim,” tukasnya.

Gattuso: Hasil Coppa Italia Tidak Cerminkan Perjuangan Milan

Gattuso: Hasil Coppa Italia Tidak Cerminkan Perjuangan Milan

Agen Tangkasnet – AC Milan kembali gagal untuk meraih trofi pada musim ini, setelah dikalahkan Juventus dengan skor 0-4 pada partai puncak Coppa Italia di Stadion Olimpico, Kamis (10/5/2018), dini hari WIB. Hasil ini dinilai pelatih Milan, Gennaro Gattuso, tidak mencerminkan perjuangan dari tim asuhannya.

Pertandingan tersebut memang berjalan cukup sengit sedari awal laga. Kedua tim saling berusaha untuk  menguasai lini tengah, demi mengatur jalannya pertandingan. Akan tetapi, Milan yang di atas kertas kalah level dari Juventus akhirnya harus menerima La Vecchia Signora –julukan Juventus–lebih banyak menguasai bola.

Meskipun begitu, Milan tetap mampu melancarkan serangan balik yang merepotkan Juventus. Il Rossoneri –julukan Milan– bahkan hampir saja membuka gol dari kaki Patrick Cutrone, namun peluang itu masih mampu digagalkan Gianluigi Buffon. Hingga akhir babak pertama tidak ada gol yang tercipta bagi kedua tim.

Petaka untuk Milan tercipta pada babak kedua, di mana empat gol bersarang ke gawan Gianluigi Donnarumma. Gawang Donnarumma dihadiahi empat gol oleh Juventus, di mana salah satunya diciptakan oleh pemain Milan sendiri.

Tiga gol Juventus diciptakan oleh Benatia pada menit ke-56 dan 64, sedangkan satu gol lagi diciptakan Douglas Costa pada menit ke-61. Sementara itu, gol bunuh diri Milan diciptakan oleh Nikola Kalinic pada menit ke-76. Gol bunuh diri itu pun, mengakhiri perjuangan Milan untuk mendapatkan trofi pertamanya pada musim ini.

Gattuso menyayangkan hasil tersebut, karena sejatinya Milan mampu untuk tampil dengan baik hingga menit ke-56. Link Sbobet 2018 Akan tetapi, selepas itu Juventus mampu menunjukkan siapa tim yang lebih baik.

Gattuso menekankan timnya akan segera fokus untuk menghadapi laga berikutnya di Liga Italia, demi mendapatkan tiket ke Liga Eropa musim depan. Hasil pertandingan ini pun akan dijadikan pelajaran bagi Gattuso dan tim asuhannya.

“Sepakbola memang seperti itu. Hasilnya tidak mencerminkan kinerja di lapangan, namun Anda harus membayar untuk kesalahan yang diperbuat. Selama 56 menit, kami melakukan segalanya dengan baik dan Juve tidak pernah menyulitkan kami selain sundulan Mario Mandzukic. Kami harus menerima dan menyadari kesalahan yang telah diperbuat. Kami harus menerimanya,” kata Gattuso, seperti yang diwartakan Football Italia, Kamis (10/5/2018).

Lloris Pertanyakan Kekuatan Mental Spurs Untuk Bersaing Di Empat Besar

Lloris Pertanyakan Kekuatan Mental Spurs Untuk Bersaing Di Empat Besar

4

Judi Sbobet – Hugo Lloris mengatakan bahwa Tottenham Hotspur perlu menunjukkan kekuatan mental yang lebih kuat untuk memperebutkan posisi empat besar di Premier League.

Kekalahan Spurs dengan skor 1-0 di tangan West Brom pada hari Sabtu lalu memungkinkan Chelsea untuk mendekati mereka, setelah klub London itu meraih kemenangan 1-0 atas Liverpool.

Hasil itu membuat Tottenham Hotspur membutuhkan lima poin dari dua pertandingan Premier League terakhir mereka melawan Newcastle United dan Leicester City untuk memastikan kelolosan mereka ke Liga Champions musim depan.

Pasukan Mauricio Pochettino hanya memenangkan satu dari lima pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, dengan tiga pertandingan di antaranya berakhir dengan kekalahan, termasuk di semifinal Piala FA melawan Manchester United.

Dengan harapan mereka untuk meraih trofi musim ini pupus, dan persaingan untuk memperebutkan posisi empat besar masih berlangsung, Lloris meminta rekan satu timnya untuk tidak menghindar dari tantangan.

“Kami berada dalam periode musim di mana kami tidak memiliki kondisi kebugaran seperti di bulan September, Oktober dan November. Link Alternatif Sbobet Sulit untuk bermain di setiap pertandingan dengan intensitas yang sama,” dia berkata.

“Kami perlu mempertanyakan diri kami sendiri dan menyadari bahwa dua pertandingan berikutnya sangat penting bagi masa depan klub dan masa depan setiap pemain di ruang ganti. Saya pikir kami harus memasukkan ke dalam pikiran kami bahwa musim ini akan sulit sampai akhir, sampai pertandingan terakhir, hingga menit terakhir pertandingan melawan Leicester. Kami berada di Premier League dan kami bersaing melawan Liverpool, melawan Chelsea untuk mendapatkan posisi empat besar dan mereka adalah klub papan atas, mereka terbiasa bersaing dan bermain di level ini,” tambahnya.

“Sekarang, ini semua tergantung pada mental. Ini bukan tentang kebugaran atau kondisi fisik. Ini semua tentang mental dan dalam pertandingan [melawan West Brom] kami tidak memiliki agresivitas di momen-momen penting. Ini sedikit mengecewakan karena kami bisa mengatur akhir musim ini dengan cara yang lebih baik. Tapi kami harus tetap percaya diri dan tetap percaya pada diri sendiri. Ini bukan momen yang tepat untuk ragu-ragu,” pungkasnya.

Arsenal Disarankan Gaet Asisten Pelatih Manchester City Gantikan Wenger

Arsenal Disarankan Gaet Asisten Pelatih Manchester City Gantikan Wenger

5

Judi Maxbet – Mantan pemain belakang Arsenal, Johan Djourou berpendapat bahwa Mikel Arteta akan menjadi pilihan yang baik sebagai manajer di Emirates Stadium setelah keluarnya Arsene Wenger.

Wenger, yang akan mengundurkan diri pada akhir musim ini, menjalani perpisahan emosional dengan para pendukung The Gunners pada hari Minggu dalam pertandingan kandang terakhirnya sebagai manajer klub melawan Burnley.

Spekulasi berlanjut mengenai siapa yang akan menggantikan manajer berusia 68 tahun itu, dengan mantan bos Barcelona Luis Enrique, pelatih Juventus Massimiliano Allegri dan asisten pelatih Liverpool, Zeljko Buvac termasuk ke dalam pembicaraan.

Djourou mengatakan bahwa tugas menggantikan Wenger adalah pekerjaan yang hampir sangat sulit, tetapi dia yakin Arteta, yang telah bekerja bersama Pep Guardiola di Manchester City selama dua tahun terakhir, bisa menjadi pilihan yang tepat.

“Itu pertanyaan yang sulit karena Arsenal sudah memiliki waktu yang lama dengan satu pelatih yang telah melakukan pekerjaan hebat untuk waktu yang lama,” kata pemain berusia 31 tahun itu.

“Tentu saja, beberapa tahun terakhir mereka tidak begitu berhasil, tetapi apa yang telah dia berikan ke klub, saya pikir Anda tidak dapat menggantikan apa yang dia lakukan. Bagi saya, ini adalah awal yang baru, ini adalah era baru, ini adalah awal yang baru. Saya pikir jika mereka ingin sukses, mereka harus merekrut seseorang yang muda, dengan filosofi yang baik, dengan pikiran yang hebat,” tambahnya.

“Allegri punya pengalaman bagus, Luis Enrique juga, tapi mungkin saya melihat seseorang seperti Mikel Arteta. Karena dia pelatih di bawah Guardiola, jadi dia punya mentalitas sepak bola yang bagus, dan dia bermain untuk Arsenal sebelumnya. Saya berpikir, masa depan akan memberi tahu semuanya, tetapi ada banyak pelatih hebat yang dapat membawa tim ini di masa depan,” lanjutnya.

Djourou bergabung dengan Arsenal saat masih berusia 16 tahun pada tahun 2003 dan kemudian ia mengumpulkan 144 penampilan untuk klub itu, Link Alternatif Sbobet sebelum bergabung dengan Hamburg dalam kesepakatan permanen pada tahun 2014.

Liverpool Beri Dukungan kepada Sir Alex Ferguson yang Alami Pendarahan Otak

Liverpool Beri Dukungan kepada Sir Alex Ferguson yang Alami Pendarahan Otak

1

Taruhan Bola – Ditengah persiapan yang dilakukan Liverpool jelang laga kontra Chelsea di Stamford Bridge, Minggu (6/5/2018), The Reds –julukan Liverpool– memberikan dukungannya demi kesembuhan pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. Pasalnya, Ferguson baru saja menjalani operasi untuk menangani pendarahan otak yang dialaminya.

Persaingan antara Liverpool dan Manchester United memang telah mengakar dan semakin memanas setelah Ferguson mengambil alih kursi pelatih The Red Devils –julukan Man United– pada Liga Inggris musim 1986-1987. Pada waktu itu, Liverpool merupakan klub Inggris tersukses dengan beragam gelar yang dimilikinya.

Akan tetapi, semua berubah ketika Ferguson melatih Man United dalam kurun waktu 27 tahun. Hingga Liga Inggris 2012-2013, yang merupakan musim terakhirnya di Man United sebelum pesiun, Ferguson mampu membawa Man United lepas dari bayang-bayang The Reds. Ferguson mengantarkan Man United menjadi tim dengan koleksi trofi Liga Inggris terbanyak, yakni 20 buah, berbanding 18 milik Liverpool.

Prestasi itu merupakan realisasi dari janji Ferguson di awal kariernya di Man United, yang berniat membawa The Reds Devils melewati jumlah trofi Liverpool. Link Sbobet Resmi Berkat apa yang dilakukan Ferguson untuk The Red Devils hingga pensiun, Man United akhrinya mampu menasbihkan diri sebagai klub terbaik di Liga Inggris.

Akan tetapi, persaingan antara kedua tim hanyalah terjadi di dalam lapangan hijau, di luar itu kedua tim tetap menjaga hubungan baik. Di balik segala persaingan terdapat rasa hormat yang besar di antara Man United dan Liverpool.

Ferguson pernah mengungkapkan dukungannya kepada The Reds, ketika terjadi peristiwa Hillsborough di mana 96 pendukung setia Liverpool harus meregang nyawa. Mengingat kebaikan Ferguson tersebut, Liverpool pun tidak lupa memberikan dukungan kepada dirinya agar segera pulih kembali.

“Pikiran semua orang di Liverpool Football Club bersama Sir Alex Ferguson dan keluarganya. Rival yang luar biasa, namun juga teman baik yang mendukung klub ini selama waktu paling sulit, berharap Sir Alex segera pulih kembali. Sementara itu, klub memberikan dukungan penuh untuk Manchester United dan keluarga Sir Alex,” tandas juru bicara Liverpool, seperti yang diwartakan Soccerway, Minggu (6/5/2018).