Kaka: Karier Saya Hancur Di Tangan Jose Mourinho

Kaka: Karier Saya Hancur Di Tangan Jose Mourinho

2

Taruhan Casino – Ricardo Kaka mencoba mengutarakan bagaimana sebenarnya dia tak memiliki hubungan yang baik dengan Jose Mourinho selama waktunya bermain di Real Madrid.

Mantan bintang Brasil membuat jejak langkah tepat, saat pertama kali menginjakkan kakinya di Eropa dan bergabung bersama AC Milan pada 2003. Dia mampu memenangkan Serie A dan Liga Champions, serta merebut trofi individu Ballon d’Or pada 2007 silam.

Penampilan gemilang Kaka membuat Madrid kepincut untuk memakai jasanya. Dia masuk dalam proyek Galacticos pada 2009. Namun kariernya di Santiago Bernaebu terbilang tak cukup mulus dan kurang menampilkan performa terbaiknya karena lebih sering berada di ruang perawatan. Meskipun dia sukses memberikan gelar La Liga dan Copa del Rey, tapi di bawah arahan Jose Mourinho potensi Kaka malah meredup.

Kaka telah resmi gantung sepatu dari dunia sepak bola pada Desember 2017, dan memainkan pertandingan terakhirnya bersama klub asal MLS Orlando City. Dia mengakui dilatih Mourinho sangatlah sulit, dan hubungannya dengan pelatih asal Portugal cukup rumit.

“Di tahun 2009 saya menyetujui proposal Real Madrid, tapi saya benar-benar hancur di sana karena saya tidak diberikan peran seperti apa yang saya dapat di Milan, saya benar-benar hilang,” ujar Kaka kepada UOL Esporte.

“Jose Mourinho adalah seorang pelatih yang sulit bagi saya dan kami memiliki rasa saling menghargai tapi hubungan yang rumit. Ketika saya berpikir dia akan memberikan saya kesempatan, saya tidak bisa membuktikan kepadanya bahwa saya berada dalam bentuk terbaik,”

“Saya berlatih, saya bertarung dan saya terus berdoa, tapi tidak adanya kepercayaan dari pelatih, saya sadar bahwa saya tidak bisa bekerja dengannya,”

“Kegembiraan yang saya dapatkan adalah menerima pesan ketika dia meninggalkan Real Madrid dan mengatakan bahwa saya adalah salah satu pemain paling profesional yang pernah bekerja dengannya.” tukas Kaka.

Selepas bercerai dengan El Real, Kaka sempat kembali ke klub lamanya AC Milan. Tapi sayangnya dia tetap tak bisa menemukan performa terbaik, dia mencatatkan 30 pertandingan dan hanya mencetak tujuh gol. Link Alternatif Sbobet Kemudian ia sempat dipinjamkan ke klub semasa kecilnya, Sao Paulo, sebelum akhirnya dikontrak secara permanen oleh Orlando City pada 2014 silam.

Zidane Tak Sesali Keputusannya Batal Rekrut Kepa Arrizabalaga

Zidane Tak Sesali Keputusannya Batal Rekrut Kepa Arrizabalaga

3

Taruhan Tbsbet – Penampilan gemilang berhasil ditunjukkan kiper Athletic Bilbao, Kepa Arrizabalaga, kala menghadapi Real Madrid dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2017-2018, Kamis (19/4/2018) dini hari WIB. Meski tampil apik, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, tetap mengaku tidak menyesal batal merekrut Kepa pada pertengahan musim lalu.

Zidane merasa keputusan yang dilakukannya sudah sangat tepat. Sebab, pelatih berkepala plontos itu menilai lini pertahanannya sudah sangat kuat. Karena itu, dirinya tidak memiliki rencana untuk merekrut seorang kiper saat bursa transfer musim dingin 2018 dibuka.

Kini, Zidane pun mengaku tak ada sedikit pun rasa penyesalan dalam dirinya usai menyaksikan penampilan apik Kepa. Kiper berpaspor Spanyol itu sukses menjaga ketat gawang Athletic Bilbao dengan menghentikan setiap serangan yang dilancarkan pemain Los Blancos –julukan Madrid.

Dengan penampilan apiknya, Kepa pun berhasil menggagalkan langkah Madrid untuk meraih kemenangan pada laga tersebut. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu itu pun harus berakhir imbang 1-1.

Manajer Madrid itu pun berkilah bahwa dirinya tidak memikirkan hal apa pun, selain semifinal Liga Champions 2017-2018. Karena itu, dirinya tidak ingin memberikan komentar lebih jauh terkait penampilan Kepa bersama Athletic Bilbao.

Madrid memang akan melakoni laga penting pada pekan depan. Link Alternatif Sbobet Mereka akan bertandang ke markas Bayern Munich untuk melakoni laga leg I babak semifinal Liga Champions 2017-2018 yang digelar pada Kamis 26 April 2018 dini hari WIB.

“Saya tidak menyesal tidak merekrutnya, tidak ada perasaan seperti itu dalam diri saya. Saya tidak melakukan perubahan di pertengahan musim, saya tidak ingin membicarakan tentang masa depan Kepa. Saya hanya memikirkan semifinal Liga Champions,” ujar Zidane, sebagaimana dikutip dari Goal, Kamis (19/4/2018).

“Kepa adalah penjaga gawang yang bagus. Dia sangat bagus, tetapi pertahanan kami juga tak kalah bagusnya,” lanjut pelatih berpaspor Prancis tersebut.

Berkat penampilan apik Kepa dan para pemain Athletic Bilbao lainnya, Madrid harus puas hanya meraih satu poin. Kini, Madrid pun masih bertengger di posisi ketiga klasemen sementara Liga Spanyol 2017-2018 dengan torehan 68 poin.

De Gea Capai Kesepakatan dengan Madrid

De Gea Capai Kesepakatan dengan Madrid

3

Judi Tbsbet – Manchester United dilaporkan menyerah dalam usaha mempertahankan sang penjaga gawang andalan, David de Gea. Seperti diberitakan Don Balon, Rabu (18/4/2018), Man United akhirnya akan melepas De Gea ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2018.

Untuk mendatangkan De Gea, Madrid akan memecahkan rekor transfer penjaga gawang. Los Blancos –julukan Madrid– akan menggelontorkan 100 juta euro atau sekira Rp1,7 triliun. De Gea sendiri merupakan target lama Madrid.

Sepeninggal Iker Casillas pada bursa transfer musim panas 2015, Madrid langsung membidik penjaga gawang berusia 27 tahun itu. Bahkan saat itu, kesepakatan antara Madrid dan Man United sudah tercapai. Selain memberikan sejumlah uang, Madrid juga akan memberikan sang penjaga gawang yakni Keylor Navas kepada Man United.

Bahkan di hari penutupan bursa transfer musim panas 2015, Navas sudah berada di bandara Kota Madrid untuk terbang ke Manchester. Akan tetapi, transfer De Gea dan Navas urung terjadi. Hal itu karena keterlambatan Man United dalam mengirimkan dokumen transfer De Gea.

Karena itu jelas, Madrid tak ingin kejadian serupa terulang kali ini. Demi merealisasikan transfer, Madrid langsung mendorong agen De Gea yakni Jorge Mendes. Dalam beberapa hari terakhir Mendes dilaporkan berada di Manchester untuk mempercepat terealisasinya transfer.

Tidak heran De Gea menjadi bidikan. Selain tampil apik di musim-musim sebelumnya, performa brilian juga ditampilkan eks penjaga gawang Atletico Madrid itu musim ini. Link Sbobet Resmi Dari 40 penampilan di semua kompetisi, De Gea telah mencatatkan 20 clean sheet.

Terkhusus di Liga Inggris, De Gea mencatatkan 16 clean sheet dari 33 pertandingan. Raihan 16 clean sheet merupakan yang terbanyak ketimbang penjaga gawang lain yang mentas di Liga Inggris musim ini.

Di Liga Inggris 2017-2018, Man United baru kemasukan 26 gol dari 33 penampilan. Minimnya gol yang masuk ke gawang Man United bisa dibilang berkat penampilan prima De Gea yang sejak 2016 berstatus sebagai kiper utama Tim Nasional (Timnas Spanyol). Satu hal yang pasti, kehadiran De Gea membuat Madrid berpotensi kembali meraih banyak gelarnya, layaknya di sepanjang 2017.

Zidane Ungkap Alasan Tidak Datangkan Kepa di Bursa Transfer Musim Dingin 2018

Zidane Ungkap Alasan Tidak Datangkan Kepa di Bursa Transfer Musim Dingin 2018

Judi Sbobet – Real Madrid pada bursa transfer musim dingin lalu, erat dikaitkan dengan penjaga gawang Athletic Bilbao, Kepa Arrizabalaga. Akan tetapi niatan itu urung terwujud karena beberapa hal, sehingga saat ini Madrid tetap memainkan Keylor Navas di posisi penjaga gawang utama.

Keinginan Madrid untuk memiliki penjaga gawang baru berkaitan dengan penampilan Madrid pada Liga Spanyol musim 2017-2018 yang tidak sesuai harapan banyak kalangan. Buruknya penampilan Madrid, terutama di lini pertahanan membuat kritik kerap hadir bagi penjaga gawang mereka, Navas.

Penjaga gawang asal Kota Rika itu dianggap kurang memiliki kemampuan untuk menjaga gawang Madrid. Meskipun pada awal kedatangannya Navas tampak menjanjikan, tetapi saat ini semua itu tidaklah telihat lagi.

Menjelang laga El Real kontra Bilbao di Santiago Bernabeu pada pekan ke-33 Liga Spanyol, Kamis 19 April 2018, dini hari WIB, isu kedatangan kepa ke Madrid kembali berembus. Link Sbobet Resmi Zidane pun mengungkapkan bahwa dirinya tidak jadi menghadirkan Kepa pada bursa transfer musim dingin lalu, karena masih memiliki kepercayaan kepada tiga penjaga gawang yang dimilikinya saat ini. Namun, Zidane juga tidak menampik kemungkinan datangnya penjaga gawang baru di bursa transfer musim panas nanti.

“Pada saat ini kami memiliki tiga penjaga gawang. Kami memiliki tiga yang terbaik untuk saat ini. Akan tetapi di masa depan, kita akan membicarakannya pada akhir musim,” ungkap Zidane, seperti yang diwartakan Marca, Rabu (18/4/2018).

Penampilan skuad asuhan Zidane pada musim ini memang jauh dari kata menakjubkan. Hadir di awal musim sebagai juara bertahan Liga Spanyol 2016-2017, Madrid justru tengah bersiap untuk menyaksikkan rival abadi mereka, Barcelona, menjadi juara Liga Spanyol musim ini. Segala hal itu sangat tidak sesuai dengan target Madrid di awal musim yang ingin menyapu bersih semua gelar juara.

Pada saat ini, satu-satunya gelar juara yang tersisa bagi Madrid ialah trofi Liga Champions 2017-2018. Los Blancos –julukan Madrid– saat ini sedang berada di fase semifinal dan bersiap menghadapi raksasa Jerman, Bayern Munich. Melirik pada kekuatan kedua tim, tentu saja Bayern bukanlah lawan yang mudah untuk ditaklukkan begitu saja.

Totti Masih Terbayang Comeback Luar Biasa AS Roma Atas Barcelona

Totti Masih Terbayang Comeback Luar Biasa AS Roma Atas Barcelona

5

Taruhan Sbobet– Legenda AS Roma, Francesco Totti masih belum bisa melupakan hasil luar biasa yang diraih mantan timnya itu saat menghadapi Barcelona di babak perempat final Liga Chamions pada tengah pekan yang lalu.

Roma mengusung misi nyaris mustahil saat menghadapi Barcelona di leg kedua perempat final Liga Champions tengah pekan lalu. Link Sbobet 2018 Tertinggal 1-4 di leg pertama dengan sangat luar biasa mereka bisa menang 3-0 di leg kedua dan melaju ke babak semi final dengan keunggulan gol tandang.

“Ketika hasil undian keluar, Barca tampak sangat senang bertemu kami. Surat kabar lokal mereka bahkan menyebut kami ‘bonbon’ (permen),” tutur Totti, seperti dikutip pada program televisi Amici.

“Padahal semua orang sempat menganggap kami sudah ‘berakhir’ setelah kalah 4-1 di Camp Nou dan menganggap leg kedua hanya latihan yang sia-sia.”

“Leg pertama berjalan seperti 90 persen yang diharapkan banyak orang, tapi untungnya, perempatfinal dimainkan 180 menit (2 pertandingan).”

“Saya merinding setiap melihat klip video laga malam itu. Itu pertandingan yang tak terlupakan,” pungkas pria yang menghabiskan seluruh kariernya sebagai pemain hanya di AS Roma itu.

Roma telah memastikan lolos ke semi final Liga Champions. Hal ini merupakan pencapaian terbaik I Lupi sejak dimulainya era Liga Champions mulai awal tahun 1990-an lalu. Di babak semi final, Roma sudah ditunggu Liverpool.

Iniesta Akui Telah Putuskan Masa Depannya dengan Barcelona

Iniesta Akui Telah Putuskan Masa Depannya dengan Barcelona

Judi Maxbet – Gelandang Barcelona, Andres Iniesta, mengatakan telah membuat keputusan terhadap masa depannya dengan klub. Meski demikian, ia mengaku akan berbicara terlebih dahulu kepada Barcelona mengenai keinginannya dalam berkarier.

Pemain berusia 33 tahun tersebut digosipkan akan pergi meninggalkan Azulgrana –julukan Barcelona- pada akhir musim 2017-2018. Iniesta kabarnya telah menerima tawaran menggiurkan dari Liga Super China (CSL).

Kapten Barcelona ini kian mendorong spekulasi mengenai kepergiannya pada akhir musim ketika Roma sukses menumbangkan Barcelona di kompetisi Liga Champions. Alhasil banyak kabar mengatakan bahwa pertandingan melawan Serigala Ibu Kota tersebut bisa menjadi pertandingan Liga Champions terkahir Iniesta bersama Barcelona.

Pemain kunci Barcelona tersebut juga dihadiahi tepuk tangan yang sangat meriah dari para penggemarnya setelah sukses menumbangkan Valencia dengan skor 2-1 pada pekan ke-32 Liga Spanyol pada Sabtu 14 April 2018. Link Alternatif Sbobet Iniesta mengaku bahwa apapun yang ia pikirkan saat ini telah dibuatkan berdasarkan rencananya.

“Saya sudah memutuskan apa yang akan saya lakukan. Saya selalu mendapat kasih sayang dari para penggemar. Saya berterima kasih kepada mereka yang sudah ada di sana selama lebih dari 20 tahun. Dukungan mereka sangat penting untuk memenangkan pertandingan,” cetus Iniesta, sebagaimana dilansir dari Soccerway, Minggu (15/4/2018).

“Ketika saya harus memberikan pendapat saya, klub akan mengetahuinya dan kemudian orang lain akan mengetahuinya. Sekarang saya senang dengan pertandingan hari ini, karena menurut saya Liga Spanyol sangat berarti,” lanjutnya.

“Kekecewaan dan hal-hal yang kami lakukan sangat buruk. Mereka terluka. Hal-hal yang kami lakukan dengan baik juga ada di sana untuk dinikmati. Kami memiliki dua jalan, bersedih atau pergi berkabung dan bergerak maju,” sambungnya.

Iniesta juga membantah kabar miring yang mengatakan bahwa telah terjadi pertikaian antara para pemain dan pelatih, Ernesto Valverde setelah mengalami kekalahan telak dengan skor 3-0 melawan AS Roma di leg kedua Liga Champions.

“Ketidaksepakatan dengan pelatih sama sekali tidak ada. Ini adalah tentang cara para pemain bermain. Banyak hal gagal dilakukan. Roma tidak akan rugi. Kami tidak tahu bagaimana beradaptasi dengan pertandingan. Hal-hal yang tidak dapat dijelaskan bisa terjadi seperti kebangkitan kami saat melawan Paris Saint-Germain (PSG) musim lalu,” tutupnya.

Wenger: Arsenal Tak Boleh Ulang Kejadian Roma vs Barcelona

Wenger: Arsenal Tak Boleh Ulang Kejadian Roma vs Barcelona

Situs Judi Tbsbet – Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, memerintahkan para pemainnya untuk tidak menganggap remeh CSKA Moskow saat melakoni laga leg II perempatfinal Liga Eropa 2017-2018, Jumat 13 April 2018 dini hari WIB. Pasalnya, Wenger tidak ingin anak asuhnya mengalami hal yang sama seperti yang dirasakan Barcelona di perempatfinal Liga Champions musim ini.

Tim London Utara itu diunggulkan untuk lolos ke semifinal Liga Eropa lantaran meraih kemenangan 4-1 atas CSKA di leg I. Dengan keunggulan itu, setidaknya CSKA harus menang 3-0 atau lebih untuk memastikan tempat di semifinal Liga Eropa.

Suatu hal yang sulit memang bagi cska untuk menciptakan tiga gol tanpa balas ke gawang tim sebesar Arsenal. Terlebih lagi, Arsenal selalu menang dari enam pertandingan yang sudah mereka lalui di berbagai kompetisi.

Akan tetapi, salah satu tim Italia, yakni Roma membuktikan apa pun dapat terjadi di dunia sepakbola. Link Sbobet Resmi Pasalnya, Roma yang pada leg I takluk 1-4, berhasil menyingkirkan klub sekelas Barcelona dari Liga Champions usai mempermalukan Blaugrana –julukan Barcelona– dengan skor 3-0. Padahal, banyak yang memprediksi Barcelona dipastikan lolos ke semifinal.

Lantas, Wenger mengharapkan pertandingan Roma vs Barcelona dapat dijadikan pelajaran bagi para pemainnya agar tidak mudah berpuas diri. Ia memperingatkan Mesut Ozil dan kolega untuk bermain menyerang dan menambahkan keunggulan ketimbang harus menerapkan taktik bertahan.

“Salah satu cara untuk membangun keunggulan adalah dengan mencoba memenangkan pertandingan. Karena itu, kami akan bermain dengan tim terbaik kami dan dengan berpikiran positif,” ungkap Wenger, seperti diwartakan Reuters, Kamis (12/4/2018).

“Kami berada di posisi yang mana tidak boleh berpuas diri. Pada Rabu lalu (Roma vs Barcelona) adalah peringatan yang baik bagi kami. Kami masih memiliki pekerjaan besar yang harus dilakukan, namun kami berada di posisi yang diuntungkan. Itulah cara kami menjalani pertandingan penting,” tambah pelatih berpaspor Prancis itu.

Menurut pelatih berusia 68 tahun itu, Arsenal akan membawa tim terkuatnya saat menghadapi CSKA di Arena CSKA. Ia berharap kejadian Roma tidak menimpanya kala bertandang ke klub asal Rusia tersebut.

Zidane Kecewa atas Performa Madrid di Laga Kontra Juventus

Zidane Kecewa atas Performa Madrid di Laga Kontra Juventus

5

Situs Judi Maxbet – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mengaku senang akan kelolosan timnya ke fase semifinal Liga Champions 2017-2018. Akan tetapi, Zidane juga mengkritik permainnan anak asuhnya sepanjang pertandingan, terutama babak pertama.

Bagaimana tidak, baru dua menit pertandingan babak pertama berjalan, gawang Keylor navas harus dibobol oleh Mario Mandzukic. Penderitaan Madrid kembali bertambah ketika Mandzukic kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-37. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan Juventus atas tim tuan rumah.

Guna mengubah permainan timnya dan memperbaiki keadaan, Zidane pun menarik keluar Gareth Bale dan Casemiro. Pelatih asal Prancis itu memasukkan Lucas Vasquez serta Marco Asensio untuk menambah daya gedor El Real. Zidane menekankan jika pergantian dua pemain itu bukan merupakan hukuman karena tidak tampil maksimal. Akan tetapi, lebih dikarenakan oleh kebutuhan tim dalam permainan.

“Saya harus melakukan pergantian pemain, karena saya tidak senang dengan bagaimana cara kami bermain. Itu bukan hukuman bagi Gareth (Bale) dan Casemiro. Saya hanya tidak suka bagaimana cara tim bermain secara keseluruhan,” ungkap Zidane seperti yang diwartakan Footballitalia, Kamis (12/4/2018).

Namun, pergantian pemain yang dilakukan Zidane pada awal babak kedua tidak dapat mengubah jalannya pertandingan. Link Sbobet Resmi Sama halnya seperti babak pertama, Los Galacticos hanya mampu menguasai pertandingan tanpa melakukan ancaman berarti ke gawang Gianluigi Buffon.

Ketika pertandingan memasuki pertengahan babak kedua, justru tim tamu yang dapat menambah gol kembali melaui kaki Blaise Matuidi. Bola yang terlepas dari tangkapan Keylor navas, ketika menangkap umpan panjang Douglas Costa, mampu dimasukkan ke dalam gawang oleh Matuidi menit ke-60. Melihat kondisi yang semakin tidak menguntungkan, Zidane memasukkan Mateo Kovacic guna menggantikan Luka Modric.

“Saya tidak terlalu suka atas apa yang terjadi di babak pertama. Kami tidak memiliki kemampuan untuk mencetak gol, dan tidak terlalu banyak pula di babak kedua. Akan tetapi, kami masih memiliki pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan,” tutur pelatih berusia 45 tahun tersebut.

Beruntung bagi tim tuan rumah wasit yang memimpin pertandingan, memberikan penalti di masa injury time. Penalti tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Cristiano Ronaldo. Satu gol dari CR7 itu mampu membuat Madrid mengamankan posisi mereka di semifinal Liga Champions 2017-2018.

Bima Sakti Tak Lagi Tangani Timnas Indonesia U-19

Bima Sakti Tak Lagi Tangani Timnas Indonesia U-19

1

Taruhan Bola – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan, Bima Sakti tak lagi dipercaya menangani Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19. Hal itu karena Bima difokuskan untuk mendampingi Luis Milla yang akan membawa Timnas Indonesia U-23 mentas di Asian Games 2018.

Sebelumnya, Bima memiliki jabatan ganda. Selain bertugas sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-19, legenda sepakbola Tanah Air itu juga menjadi asisten Milla di skuad Garuda Muda –julukan Timnas Indonesia U-23.

Dengan melakoni dua tugas itu, jelas fokus Bima terpecah. Karena itu demi memberikan fokus maksimal, PSSI membebastugaskan Bima sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19, dan mencurahkan seluruh perhatiannya kepada Timnas Indonesia U-23.

“PSSI telah memutuskan Bima fokus membantu Timnas U-23 sesuai apa yang memang dibutuhkan Timnas U-23 dalam persiapannya menuju Asian Games. Dengan demikian, persiapan tim bisa dilakukan secara maksimal dan matang,” kata Ratu Tisha mengutip dari laman resmi PSSI, Selasa (10/4/2018).

Untuk sementara, posisi pelatih Timnas Indonesia U-19 lowong. Siapa pelatih Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan baru akan ditentukan dalam rapat anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Siapa pelatih Timnas Indonesia U-19 memang wajib ditentukan dalam waktu dekat. Link Alternatif Sbobet Sebab Garuda Jaya –julukan Timnas Indonesia U-19– akan menghadapi banyak kejuaraan di sepanjang 2018 ini.

Pada 2-14 Juli 2018, Timnas Indonesia U-19 akan tampil di Piala AFF U-18 yang digelar di Tanah Air. Dalam pengundian, Indonesia U-19 tergabung di Grup A bersama Thailand, Vietnam, Singapura, Filipina dan Laos. Hanya dua negara teratas yang lolos otomatis ke semifinal. PSSI sendiri menargetkan Indonesia U-19 menjadi kampiun di ajang tahunan ini.

Sementara itu pada 18 Oktober sampai 4 November, Timnas Indonesia U-19 akan kembali menjadi tuan rumah, kali ini bertajuk Piala Asia U-19 2018. Timnas Indonesia U-19 ditargetkan minimal lolos ke semifinal, demi tampil di Piala Dunia U-20 2019 yang berlangsung di Polandia.

Karena itu terkhusus bagi Egy, ia akan berusaha membawa Timnas Indonesia U-19 lolos ke Piala Dunia U-20 2019. Dengan begitu, ia dapat tampil di Polandia yang merupakan asal dari klubnya saat ini, Lechia Gdansk.

Potensi Guardiola Rombak Pertahanan saat Man City Jamu Liverpool

Potensi Guardiola Rombak Pertahanan saat Man City Jamu Liverpool

2

Taruhan Casino – Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, disebut-sebut akan merombak komposisi bek tengah timnya saat menjamu Liverpool di leg II perempatfinal Liga Champions 2017-2018, Rabu 11 April 2018 dini hari WIB. Hal itu berpotensi dilakukan Guardiola karena dalam dua laga terakhir, gawang The Citizens –julukan Man City– kemasukan enam gol.

Man City memiliki pertahanan kukuh musim ini. Ambil contoh di Liga Inggris 2017-2018, yang mana mereka baru kemasukan 24 kali dari 32 penampilan, atau yang terendah dibanding 19 kontestan lainnya.

Akan tetapi, kekukuhan gawang Man City yang dikawal Ederson Moraes seakan tak berbekas saat mentas di leg I perempatfinal Liga Champions kontra Liverpool, dan juga Manchester United di pekan 33 Liga Inggris akhir pekan lalu. Pada leg I kontra Liverpool, gawang Man City kemasukan tiga kali hingga akhirnya takluk 0-3.

Selanjutnya saat bertemu Man United tiga hari berselang, lagi-lagi Man City kebobolan tiga gol dan pada akhirnya takluk 2-3. Saat itu, bukan Ederson yang menjadi sorotan. Duet bek tengah Man City, Vincent Kompany dan Nicolas Otamendi yang dinilai tak mampu mengatasi pergerakan dari pemain-pemain lawan.

Akan tetapi ketimbang Kompany, Link Alternatif Sbobet Otamendi lebih berpeluang untuk digeser ke bangku cadangan saat menghadapi Liverpool dini hari nanti. Bek berpaspor Argentina itu membuat beberapa blunder saat Man City dikalahkan Man United, terutama gol ketiga Setan Merah yang dicetak Chris Smalling.

Saat itu, Otamendi melepas Smalling sehingga bek Tim Nasional (Timnas) Inggris itu membobol gawang Man City, usai menerima umpan tendangan bebas Alexis Sanchez. Aymeric Laporte dan John Stones jadi dua pemain yang berpotensi menggantikan posisi Otamendi. Meski begitu, Guardiola memuji Otamendi sebagai bek tangguh.

“Mungkin saya sudah memiliki ide soal apa yang akan kami lakukan di laga nanti. Akan tetapi dalam kasus Nico (Otamendi), ketika seorang pemain melakukan apa yang ia bisa lakukan, yang bisa kami lakukan adalah mendekat dengannya. Sebab Nico tidak hanya memiliki kualitas, namun juga mentalitas,” kata Guardiola mengutip dari Sportsmole, Selasa (10/4/2018).

Pertahanan rapat memang wajib ditunjukkan Man City di laga nanti. Sebab untuk lolos ke semifinal, Manchester Biru wajib menang empat gol tanpa balas atas Liverpool racikan Jurgen Klopp.